
BALANCE NEWS || BANDUNG – Selesaikan Miskomunikasi, Karang Taruna RW 01 Sambangi Pelaksana Proyek JDU di Desa Rancamulya.
Pengurus Karang Taruna RW 01 menyambangi lokasi proyek Pengadaan dan Pemasangan Jaringan Distribusi Utama (JDU) milik Perumda Air Minum Tirta Raharja pada Rabu (29/4/2026).
Kedatangan tersebut bertujuan untuk mengklarifikasi adanya miskomunikasi terkait teknis pembayaran upah koordinasi bagi warga yang membantu pengamanan lalu lintas di sekitar lokasi pengerjaan.
Klarifikasi Mekanisme Pembayaran
Ketegangan sempat muncul akibat kesalahpahaman mengenai mekanisme pembagian uang koordinasi sebesar Rp140.000 per hari untuk enam orang warga.
Menanggapi hal tersebut, Wardi, selaku pelaksana proyek di lingkungan RW 04, memberikan penjelasan secara terperinci guna meluruskan situasi.
Ia memaparkan bahwa upah tersebut di bayarkan melalui dua tahap. Rp50.000 di bayarkan langsung setiap hari sebagai biaya operasional warga yang membantu mengamankan arus lalu lintas di lokasi pekerjaan.
Rp90.000 sisanya akan dibayarkan secara kolektif (sekaligus) setelah seluruh pekerjaan dan proses perapihan di wilayah tersebut di nyatakan selesai.
Apresiasi dari Karang Taruna
Setelah mendapatkan penjelasan teknis tersebut, Ketua Karang Taruna RW 01, Jamal, menyatakan dapat menerima dan memahami prosedur yang di tetapkan oleh pihak pelaksana, PT Mandala Bakti Utama.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak proyek yang telah memberdayakan warga setempat.
“Kami berterima kasih karena sebagian warga kami di libatkan dalam pekerjaan ini. Hal ini sangat membantu meringankan beban biaya kebutuhan sehari-hari warga,” ujar Jamal.
Progres Pekerjaan
Proyek pemasangan jaringan distribusi utama ini dilaporkan telah merampungkan tahap pengerjaan di wilayah Desa Rancamanyar. Saat ini, fokus pekerjaan bergeser ke wilayah Desa Rancamulya, tepatnya di area RW 13 dan RW 01.
Hingga hari ini, tercatat kurang lebih sebanyak 17 titik lubang (pit) tengah di kerjakan. Kehadiran warga dalam membantu pengaturan lalu lintas di nilai sangat krusial, mengingat adanya penggalian dan penumpukan material yang berpotensi menghambat mobilitas masyarakat di jalur tersebut.
Pewarta : A Abeng
Baca Juga : PIHAK PDAM TIRTA RAHARJA MINTA MAAF KEPADA MASYARAKAT AKIBAT BOCORNYA PIPA




