BANDUNG, JABAR || BALANCENEWS — Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga situs bersejarah peninggalan para pejuang kemerdekaan sering kali dinilai kian memudar seiring berjalannya waktu.
Kendati demikian
Potret kontras yang penuh ketulusan justru di tunjukkan oleh Bandi Sobandi, seorang putra kandung dari salah satu pahlawan legendaris. Pasukan Siluman Merah. Dengan penuh rasa tanggung jawab, dirinya secara swadaya mendedikasikan waktu untuk merawat fisik serta keasrian Monumen Tugu Pasukan Siluman Merah.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Senin (1/6/2026), yang juga bertepatan dengan momentum sakral Hari Lahir Pancasila, Bandi tampak saksama membersihkan area sekitar tugu dari ilalang serta tanaman liar.
Seusai melakukan aktivitas pemeliharaan tersebut, beliau langsung berdiri tegap di depan prasasti seraya memberikan penghormatan khidmat yang emosional.
Tindakan ini merupakan ritual personalnya dalam menghargai tumpah darah para pahlawan terdahulu.
Oleh karena itu
Kegiatan pembersihan ini bukan sekadar urusan estetika lingkungan, melainkan juga bentuk ikhtiar batin demi menjaga muruah (Kehormatan diri atau harga diri) perjuangan leluhurnya agar tidak tergerus zaman.
Monumen yang berdiri kokoh dengan replika patung harimau serta figur pejuang bersenjata bambu tersebut memuat bait prasasti sakral bertajuk “Sumpah Siluman”. Tulisan itu berisi ikrar suci hidup-mati demi mempertahankan kedaulatan tanah air dari cengkeraman penjajah.
Lebih lanjut
Tantangan terbesar dalam pelestarian tugu ini terletak pada lokasinya yang dikelilingi vegetasi alam yang cukup lebat, sehingga mempercepat pertumbuhan rumput liar yang berpotensi menutupi teks sejarah pada prasasti.
Namun, keterbatasan fasilitas maupun ketiadaan insentif materiil sama sekali tidak menyurutkan langkah kakinya.
Sebaliknya
Hal tersebut justru memacu semangatnya untuk terus hadir setiap pekan guna memastikan kawasan sakral itu tetap layak dipandang dan dihormati.
Di samping itu
Bertepatan dengan momentum 1 Juni ini, aksi nyata yang diperlihatkan oleh Bandi Sobandi diharapkan mampu menjadi motivasi bagi generasi muda agar tidak mengidap penyakit amnesia sejarah.
Bagaimanapun
Kemerdekaan yang dinikmati hari ini adalah buah dari pengorbanan tanpa pamrih yang dilakukan oleh satuan-satuan milisi masa lalu, termasuk kegigihan Pasukan Siluman Merah.
Sebagai kesimpulan
Pa yang dilakukan oleh Bandi Sobandi telah melampaui sekadar aksi bersih-bersih lingkungan.
Melalui konsistensi dan tindakan nyata tersebut, beliau telah mempraktikkan esensi terdalam dari nilai-nilai Pancasila sekaligus merawat ingatan kolektif bangsa agar jasa para pahlawan akan selalu hidup, abadi, dan terus dihormati lintas generasi.
*Abah Abeng*




