BalanceNews.id, Kabupaten Bandung – Dugaan praktik suap-menyuap dan kecurangan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) periode 2022-2023 di SMPN 2 Margahayu, Kabupaten Bandung mulai terendus.

Munculnya permasalahan PPDB 2022-2023, pasalnya ada bukti otentik para orangtua siswa yang sedang membicarakan bagaimana anak-anak nya supaya bisa diterima oleh sekolah yang ditujunya.
Dalam percakapan orangtua siswa tersebut, beredar kabar bahwa dirinya masuk jalur belakang melalui pihak sekolah, agar anaknya bisa diterima sekolah yang ditujunya. Tetapi hal tersebut tidak jauh dari aksi suap-menyuap yang dibandrol kurang lebih sekitar Rp. 4.500.000.
Pada dasarnya para orangtua was-was saat akan memasukkan anaknya ke SMP, ada ketakutan tersendiri saat akan mencari sekolah yang cocok untuk anaknya.
Namun disayangkan setelah adanya informasi temuan percakapan tersebut, hal-hal yang tidak diharapkan muncul. Yaitu sogok-menyogok lewat jalur belakang kesalah satu SMPN.
Dari kejadian ini sehingga beberapa orang tua sepertinya menghalalkan berbagai cara, agar anaknya bisa masuk sekolah yang dituju. Alasan merasa bangga jika anaknya bisa masuk sekolah favorit, terutama agar anaknya diterima di sekolah yang baik.
Sebaliknya ada pula yang minder dan malu jika anaknya tidak diterima di sekolah favorit tersebut. Namun ternyata ada juga yang memaksakan, yang pada akhirnya berbagai cara pun ditempuhnya agar diterima disalah satu sekolah tersebut lewat oknum.
Tanpa basa basi oknum calo pun lantang menyampaikan dengan bahasa “kalau mau masuk sekolah yang dituju, iya suka tidak suka kenyataanya harus nyogok”.
Orang tua pasti akan mempertimbangkan hal tersebut, meskipun harus mengeluarkan uang yang cukup fantastis, asalkan anaknya bisa masuk sekolah favoritnya.
Adapun salah satu orang tua yang pasrah karena keterbatasan, yang pada akhirnya legowo. Ucap salahsatu orangtua “iya kalu tidak diterima di sekolah favorit bukanlah kiamat” ada seribu satu jalan agar anak kita menjadi orang baik dan berguna.
Tambahnya, saya juga tidak khawatir jika anaknya hanya bisa masuk ke SMP pinggiran saja. Lagipula jika menyogok agar anak bisa masuk ke sekolah terbaik, selain sudah mendzolimi orang yang seharusnya diterima di situ, juga sudah menanamkan bibit penyakit moral pada anaknya.
Setelah berita ini naik pihak sekolah dan oknum guru dan oknum calo yang rame dibicarakan oleh orang tua siswa-siswi belum sempat dikonfirmasi oleh media.
Baca Juga: Masa ke Masa Polemik PPDB di SMAN 1 Margahayu
(Pewarta: Peri-RedBN)


