Berita Diskominfo Kab Bandung Peristiwa Sejarah Perjuangan Putra Indonesia

DI EKSEKUSI MATI KARENA MENOLAK MENUNJUKAN PETA IBU PERTIWI !!

DIEKSEKUSI MATI KARENA MENOLAK MENUNJUKAN PETA IBU PERTIWI !!

BALANCE NEWS || Bandung – DI EKSEKUSI MATI KARENA MENOLAK MENUNJUKAN PETA IBU PERTIWI !!

Yogyakarta, 8 Mei 1949, Histori: Bumi Indonesia berduka, seorang Putra terbaik bangsa, Mayor Ari Frederick Lasut, gugur di tembak secara biadab. Oleh tentara kerajaan Belanda (KNIL) di Pakem, Yogyakarta. Ia Syahid bukan di Parit pertempuran, melainkan di garis sunyi perjuangan intelektual, karena menolak menjual rahasia kekayaan alam bangsanya kepada penjajah.

Putra Minahasa yang tegap dan berjiwa baja ini menjabat sebagai kepala jawatan tambang dan geologi Republik Indonesia, Dalam di rinya. Ilmu pengetahuan berpadu dengan keberanian revolusioner. Pengo adalah deklarasi Agung bawa kedaulatan bangsa tidak hanya di pertahankan dengan senjata. Tetapi juga dengan integritas, ilmu, dan sumpah setia kepada tanah air hingga tetes darah terakhir. Pahlawan pertambangan yang “terlalu mahal” untuk di khianati

Di tengah kobaran agresi militer Belanda ll, saat Yogyakarta sebagai ibukota Republik berada dalam tekanan paling genting, Mayor Ali Lasut. Berdiri sebagai benteng terakhir kedaulatan ekonomi Indonesia. Ia adalah salah satu ahli geologi dan pertambangan pribumi pertama yang di akui keilmuannya- bahkan sejak masa pendudukan Jepang. Kaliannya membuat namanya di perhitungkan, sekaligus di buru.

Pasca proklamasi, di usia yang baru 28 tahun negara mempercayakan kepadanya amanah Maha berat: mengamankan seluruh data dan peta geologi strategis Nusantara, lokasi mineral, batubara, dan minyak bumi. Dokumen-dokumen itu adalah urat nadi masa depan Republik, Kunci kemakmuran bangsa yang baru lahir.

Belanda/NICA paham betul nilainya. Mereka merayu, mengancam, dan merencanakan pencurian. Namun Arie Lasut bukan tipe pejuang yang bisa di beli. Baginya, ilmu adalah senjata, dan kehormatan bangsa adalah harga mati.

DICULIK DAN DISIKSA, RAHASIAH NEGARA DIBAWAH KE LIANG LAHAT !!

Pagi 7 Mei 1949, sekitar pukul 09.00 WIB, 3 Serdadu khusus KNIL menyergap kediaman Ari Lasut di pugeran. Yogyakarta. Ya di culik secara paksa.

Dalam perjalanan menuju Utara Yogyakarta, di dalam Jeep militer penjajah, siksaan kejam dan brutal. Menghujani tubuhnya. Pukulan demi pukulan dilancarkan. Tujuannya satu: memaksa sang ” Bapak pertambangan Indonesia” membuka lokasi penyimpanan dokumen rahasia negara, data cadangan mineral strategis yang menjadi rebutan imperialis.

Namun Ari Lasso tetap tegak. Di bawah penderitaan yang tak terperi, ia memilih diam yang mulia. Rahasia negara ia kubur bersama tekadnya lebih dalam dari liang mana pun.

EKSEKUSI DI KAKI MERAPI:

Gugur dengan kehormatan karena gagal mematahkan pendiriannya, KNIL menunjukkan wajah paling biadab dari kolonialisme. Sekitar pukul 10.00 WIB. Di Pakem, Sleman, sekitar 7 KM Utara Yogyakarta tepatnya di kaki gunung Merapi, Mayor Ari Frederick Lasut di eksekusi dengan tembakan. Iya gugur di usia 30 tahun bukan sebagai prajurit garis depan, melainkan sebagai intelektual pejuang yang menolak berkompromi dengan pengkhianatan. Ia memilih kematian yang terhormat dari pada hidup dengan noda menjual Bumi Pertiwi.

Jenazahnya di makamkan di TPU sasanalaya, Yogyakarta, dengan upacara yang di hadiri Mr. Assaat, pejabat Presiden Republik Indonesia kala itu. Sebuah penghormatan negara kepada pahlawan sejatinya.

Arie Frederik Lasut bukanlah sekadar pahlawan bersenjata. Ia adalah penjaga kedaulatan energi dan mineral Indonesia. Berkat keberani keberaniannya. Data pertambangan strategis bangsa selamat dari cengkraman kolonial, dan Republik memiliki pondasi untuk berdiri di atas kaki sendiri.

Sebagai penghormatan atas jasa dan pengorbanannya, negara menganugerahkan gelar Pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden No. 012 / TK / Tahun 1969. Tanggal 20 Mei 1969. Nama dan perjuangannya di abadikan dalam Monumen dan prasasti, termasuk di Museum Geologi Bandung, sebagai pengingat Abadi bahwa kemerdekaan Indonesia di tegakkan oleh darah, ilmu, dan idealisme yang tak ternilai harganya.

Red-BN/*Mengingat Perjuangan Putra Ibu Pertiwi*

Agus Suhendar

Agus Suhendar

About Author

Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya. Pada tahun 2017 Agus Suhendar memutuskan untuk mendirikan perusahaan medianya sendiri. Agus kemudian mendirikan situs web portal Balance News. Hingga tahun 2018, PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Berita Serupa

Ajang Bisnis Program BNPT
Bantuan Sosial Berita

Program BPNT Oleh Bulog Di Jadikan Ajang Bisnis

Balance News | Bandung – Ajang Bisnis Program BNPT sepertinya sudah bukan menjadi rahasia umum lagi di duga, adanya pemasok
pembuatan folder air
Berita Sosial

Pembuatan Folder Air di Wilayah Bojongsoang Menuai Pro dan Kontra

Balance News | Kab Bandung – Proyek pembuatan Folder Air yang berada di wilayah leuwi bandung Desa Citeureup Kec Bojongsoang