
KABUPATEN BANDUNG || BALANCE NEWS – Pihak manajemen RSUD Welas Asih menjadi sorotan setelah di nilai sulit memberikan akses informasi kepada awak media.
Hal ini terjadi saat tim media berupaya melakukan klarifikasi terkait dugaan kelalaian medis yang menimpa seorang warga Kabupaten Bandung berinisial IM (perempuan), yang belakangan ini viral di media sosial Facebook.
Kronologi Upaya Konfirmasi
Upaya konfirmasi di lakukan pertama kali pada Kamis (16/04/2026). Berdasarkan keterangan petugas keamanan yang berjaga, Diyah Ayu Sekar, bagian Humas rumah sakit di laporkan sedang berada di Jakarta. Sesuai prosedur, awak media telah mengisi buku tamu melalui sistem barcode yang tersedia.
Kunjungan kedua di lakukan guna menemui staf Humas bernama Dewi, namun upaya tersebut kembali tidak membuahkan hasil. Awak media kemudian di arahkan untuk menghubungi Bowo, staf dari Bapak Koman.
Melalui pesan singkat WhatsApp, awak media telah menyampaikan surat permohonan informasi dan konfirmasi berita terkait hak tolak serta hak jawab dengan nomor surat: 202/BN-news/PI/IV/2026. Surat resmi tersebut di kirimkan secara fisik pada Jumat (17/04/2026). Menanggapi hal tersebut, Bowo memberikan jawaban singkat.
”Oh ya, saya sampaikan ke pimpinan. Hatur nuhun Pak, kemarin tidak sempat bertemu,” tulisnya melalui pesan singkat.
Sorotan Publik dan Dasar Hukum
Sikap tertutup dari pihak RSUD Welas Asih di sayangkan oleh berbagai pihak karena di nilai dapat memicu bias informasi di tengah masyarakat. Padahal, berdasarkan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, instansi penyedia layanan publik memiliki kewajiban untuk memberikan transparansi informasi.
Dugaan Kasus yang menimpa IM menambah daftar panjang sorotan publik terhadap RSUD Welas Asih. Sebelumnya, beberapa dugaan malapraktik umum yang melibatkan oknum dokter spesialis di rumah sakit tersebut sempat mencuat, mulai dari.
Kesalahan diagnosis medis. Kesalahan dalam prosedur pembedahan dan pemberian dosis atau jenis obat.
Kegagalan mendapatkan informed consent (persetujuan tindakan medis) dari pasien.
Hingga berita ini di turunkan, pihak RSUD Welas Asih belum memberikan pernyataan resmi mengenai kronologi maupun langkah penanganan terhadap dugaan kelalaian medis yang menimpa IM.
Masyarakat berharap pihak rumah sakit dapat lebih kooperatif guna meluruskan informasi yang berkembang di publik
Pewarta : Agus/RedBN





