
BALANCE NEWS || KAB. BANDUNG – Redaksi media Balancenews.id menyayangkan sikap Hubungan Masyarakat (Humas) RSUD Welas Asih dalam menanggapi permohonan klarifikasi. Terkait dugaan kelalaian pelayanan terhadap pasien berinisial Ima.
Pihak rumah sakit di nilai tidak menempuh prosedur tata naskah dinas yang resmi dalam memberikan hak jawab.
Baca Juga : Sulit Ditemui, Humas RSUD Welas Asih Terkesan Tertutup Terkait Dugaan Kelalaian Medis
Persoalan ini bermula dari surat permohonan klarifikasi yang di layangkan Redaksi Balancenews.id kepada Direktur RSUD Welas Asih. Melalui bagian Humas pada Kamis, 16 April 2026, dengan nomor surat 202/BN-News/PI/IV/2026.
Langkah tersebut di ambil sebagai bentuk komitmen media dalam menyajikan pemberitaan yang berimbang (cover both sides) setelah adanya laporan dari pihak keluarga pasien.
Namun, alih-alih memberikan jawaban tertulis yang resmi dan kompeten, pihak Humas RSUD Welas Asih justru memberikan klarifikasi melalui materi pemberitaan yang di muat di media cetak lain, yakni Media BE, pada edisi Senin, 27 April 2026.
Prosedur Hak Jawab Dipertanyakan
Pihak redaksi menilai tindakan tersebut tidak sesuai dengan etika korespondensi kedinasan. Jawaban yang seharusnya bersifat konseptual dan tertulis dari lembaga resmi, justru di alihkan melalui publikasi media pihak ketiga.
“Bagaimana pihak RSUD dapat mengklaim memiliki pelayanan yang humanis, kompeten, dan bertanggung jawab jika jawaban atas surat resmi justru dijawab melalui media cetak lain yang kemudian diserahkan kepada kami?” tulis keterangan pihak redaksi.
Tanggapan Humas RSUD Welas Asih
Saat di konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kepala Bagian Umum, Humas, dan Pemasaran RSUD Welas Asih, Koman, S.E., M.Si., mengarahkan agar pihak redaksi mengambil kutipan dari media tersebut sebagai bentuk hak jawab.
“Untuk hak jawab sudah di Media BE, pakai tulisan itu saja ya balasannya,” ujar Koman saat di mintai keterangan terkait polemik yang viral tersebut.
Lebih lanjut, Koman menyatakan bahwa secara personal hubungan antara pihak rumah sakit dan pasien sudah tidak memiliki kendala.
“Asal masih batas wajar, cuma kasihan ke pasiennya, tidak tahu apa-apa. Sementara di antara kami sudah tidak ada masalah,” tambahnya dalam pesan singkat.
Meski pihak humas menyatakan persoalan dengan pasien telah selesai, prosedur pemberian informasi publik dan pemenuhan hak jawab kepada media yang bersangkutan kini menjadi sorotan.
Polemik ini di anggap mencederai aspek transparansi dan profesionalisme tata kelola informasi di lingkungan RSUD Welas Asih.
Pewarta : A Abeng-RedBN




