
BALANCE NEWS || Bandung – Bandi Sobandi Dari Organisasi Ke Panggung Jurnalistik, Perspektif: beliau pun Anak mantan seorang anggota Pasukan Batalyon Siluman Merah “mengingat sejarah perjuangan”.
Pasukan elite legendaris dari Divisi Siliwangi (Kodam III/Siliwangi) yang dipimpin Mayor Achmad Wiranatakusumah pada masa perang kemerdekaan (sekitar 1947-1948).
Di tengah hiruk-pikuk kota Bandung yang tak pernah tidur, ada sebuah nama yang telah lama melekat dengan dunia jurnalistik lokal.
Bandi Sobandi. Lahir pada tahun 1962 di kota kembang ini, Bandi bukanlah sosok yang tiba-tiba muncul di panggung pers. Perjalanannya menuju status sebagai wartawan senior adalah sebuah narasi panjang tentang ketekunan, pembelajaran, dan dedikasi yang tak kenal lelah.
Warisan Nilai dari Sang Ayah Mental kuat walaupun penuh ancaman selama menjalankan tugasnya sebagai wartawan Sinar Pagi.
Latar belakang Bandi sebagai putra seorang tentara pasukan Siluman merah menjadi fondasi kuat yang membentuk karakter dirinya hingga kini.
Masa kecil dan remajanya diwarnai oleh nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan keberanian yang ditanamkan oleh ayahnya.
Lingkungan militer mengajarkannya untuk melihat dunia dengan struktur yang rapi, menghargai waktu, dan memiliki integritas tinggi, sifat-sifat yang kelak menjadi modal berharga ketika ia terjun ke dunia jurnalistik yang penuh tantangan.
Bandung, tempat ia lahir dan besar, juga menjadi saksi bisu bagaimana ia menyerap berbagai dinamika sosial budaya kota ini, yang kelak menjadi sumber inspirasi dalam setiap tulisannya.
Menemukan Jalan Melalui Organisasi
Sebelum namanya di kenal luas sebagai Jurnalistik. Bandi Sobandi menempuh jalan yang unik melalui dunia organisasi. AMS Sejak tahun 1990, di tempat tinggalnya Kp. Gombong menjadi Sekertaris RW 07 Desa Panyocokan hingga Tahun 2000, dalam kehidupannya sehari-harinya dengan kesadaran hukum. Tahun 2012 bergabung di Lembaga Bantuan Hukum (ligar Banjaran). Tahun 2013. Atas prakarsa masyarakat Bandi Sobandi di fasilitasi sebagai sekertaris LPMD Desa Panyocokan. Tahun 2019 menekuni profesi media Sinar Pagi. Dan Bandi Sobandi oleh warganya sempat di calonkan sebagai Kepala Desa Panyocokan Kecamatan Ciwidey.
Masa ini menjadi fase krusial di mana ia mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pemahaman terhadap berbagai isu masyarakat.
Berorganisasi memberikannya kesempatan untuk berinteraksi dengan beragam kalangan, dari berbagai lapisan masyarakat hingga tokoh-tokoh publik.
Di sinilah naluri jurnalistiknya mulai tumbuh-keinginan untuk mendengar cerita orang lain, menggali kebenaran di balik sebuah peristiwa, dan menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi banyak orang.
Keterlibatannya dalam organisasi bukan sekadar aktivitas sosial semata, melainkan sebuah sekolah kehidupan yang mempertemukannya dengan realitas sosial.
Ia belajar bagaimana menyikapi perbedaan pendapat, bagaimana bekerja sama dalam tim, dan bagaimana menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
Semua pengalaman ini menjadi jembatan yang mengantarkannya menuju dunia jurnalistik, Bandi Sobandi Yang sekarang di tahun 2025 di angkat menjadi Ketua (Jurnalis Independen Bersatu) JITU Kabupaten Bandung. Bedas
Pewarta : A Abeng





