
BANDUNG || BALANCE NEWS – KEMACETAN MELINTASI BEBERAPA JALUR DI KABUPATEN BANDUNG PADA HARI KE-17 PUASA
Petugas Dishub Siaga, Warga: “KEMACETAN MERUGIKAN EKONOMI”
Pada hari ke-17 bulan Ramadhan 1447 H, beberapa jalur utama di Kabupaten Bandung mengalami kemacetan cukup parah, baik pada jam pulang kerja maupun di wilayah yang sering mengalami kepadatan kendaraan. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung tetap siaga mengatur dan mengamankan lalu lintas, di bantu oleh beberapa warga yang tidak ingin tinggal diam dan turut berpartisipasi menangani kepadatan kendaraan.
Kemacetan terjadi di tiga jalur yakni Jalan Bojong Sayang, Jalan Rancamanyar, dan Jalan Sayuran Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah. Kepadatan kendaraan mulai terasa sejak pukul 16.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Berdasarkan pantauan lapangan, penyebab kemacetan di jalur tersebut diduga akibat banyaknya kendaraan yang saling mendahului tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas sekitar.
Masyarakat Kab Bandung Keluhkan
Sementara itu, Jul, seorang warga Sukamenak Kabupaten Bandung, menjadi salah satu contoh masyarakat yang terus terpengaruh oleh kemacetan yang sering terjadi di jalur sekitar tempat tinggalnya. Menurut Jul, kondisi kemacetan di wilayah tersebut bukan hal baru lagi, namun dampaknya tetap di rasakan sebagai beban bagi pengguna jalan.
“Sudah biasa saja tiap hari macet, terutama jam sibuk pagi dan sore. Kalau mau pergi kerja atau menjemput anak sekolah. Harus keluar lebih awal agar tidak telat,” ujar Jul saat di temui di tepi jalan Sukamenak. Sabtu, 7 Februari 2026
Kemacetan di daerah Sukamenak sering terjadi akibat tingginya volume kendaraan dan kondisi jalan yang sempit. Bagi Jul dan banyak warga lainnya, kemacetan tidak hanya membuang waktu tetapi juga merugikan secara ekonomi, terutama bagi mereka yang bekerja dengan sistem harian atau memiliki jadwal ketat.
Beberapa warga termasuk Jul berharap pihak berwenang dapat segera mengambil langkah konkret, seperti memperbaiki struktur jalan atau menambah sarana pengatur lalu lintas untuk mengatasi permasalahan yang berulang ini.
Pewarta : A Abeng





