Berita Pemerintah

Saya Serius Ingin Berjuang, Pemkab Bandung Usulkan Penambahan ASN Ke Kementerian PAN-RB

Saya Serius Ingin Berjuang, Pemkab Bandung Usulkan Penambahan ASN Ke Kementerian PAN-RB

 

Balance News | Bandung – “Saya Serius Ingin Berjuang, Karena Ini Menyangkut Hajat Hidup Orang Banyak” Bupati Bandung Dadang Supriatna mengajukan usulan penambahan. Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung.

Bupati Dadang Supriatna mengatakan keberadaan pegawai Pemkab Bandung saat ini terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan. Perjanjian Kerja (P3K) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 14.997 orang.

Saya Serius Ingin Jadi Berjuang

Sementara tenaga honorer, 10.998 orang. Total jumlah pegawai yang ada, kata bupati sekitar 26.000. Sedangkan kebutuhan pegawai di. Pemkab Bandung mencapai 34.000 orang.

“Sehingga kita masih kekurangan pegawai sekitar 8.000an. Jika mengingat jumlah penduduk Kabupaten Bandung yang cukup banyak. Sekitar 3,7 juta jiwa, tentunya kekurangan pegawai ini sangat mempengaruhi terhadap kuantitas layanan kita kepada masyarakat”, ucap bupati. Saat melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PAN-RB Republik Indonesia, di Jakarta, Rabu (05/04).

Bupati Didampingi BPKSDM

Dengan kondisi itu, bupati yang di dampingi Kepala BPKSDM Kabupaten Bandung, Akhmad Djohara melakukan konsultasi. Bupati meminta arahan dan kejelasan. Terkait regulasi yang mengatur penambahan pegawai agar pihaknya tidak salah melangkah.

Dalam kesempatan itu, bupati yang akrab di sapa Kang DS ini mengusulkan penambahan pegawai untuk menutupi kebutuhan di lima. RSUD di Kabupaten Bandung, dua diantaranya sudah selesai.

Pemkab Bandung Usulkan

“Tentang hal ini, kami sengaja datang kesini untuk berkonsultasi. Karena dengan adanya aturan Menpan RB, terkait dengan tidak boleh lagi menerima tenaga honorer. Kami menjadi kebingungan. Kami meminta arahan yang sejelas-jelasnya, sebab kesulitan untuk memenuhi kekurangan pegawai tersebut,”harap Kang DS.

Lebih jauh Kang DS mengungkapkan, saat ini pihaknya melakukan perekrutan pegawai melalui Tenaga Ahli dan outsourcing. “Nah apakah kedepan. Pihak kementerian akan melakukan rekrutmen CPNS atau tidak?”,tegasnya.

Pada tahun 2023 ini, pihaknya akan terus melakukan konsultasi dengan Kementerian PAN-RB. Pemkab Bandung akan mempersiapkan tenaga honorer agar. Bisa di angkat jadi P3K pada tahun 2024.

“Rencana kebutuhan kita ingin ada CPNS juga. Di sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perangkat daerah. Akan kita matangkan agar tidak ada kendala dalam hal rekruitmen tenaga pegawai di Kabupaten Bandung,” ucapnya.

Mengenai belanja pegawai yang di batasi 30 persen, lanjut Kang DS, dirinya tidak bisa membatasi 30 persen dari APBD. Karena memang masih kekurangan dan eksisting yang ada saat ini harus tetap mendapat perhatian’,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung tersebut menegaskan, upaya yang ia lakukan hakikatnya adalah ingin membela kepentingan hajat hidup orang. Banyak. “Saya sangat serius ingin berjuang. Dan Saya tidak mau main-main dalam hal ini. Tapi saya pun. Tetap harus mematuhi aturan yang berlaku,’ pungkasnya pula.

Kementerian PAN-RB : Untuk Tenaga Pegawai RSUD, Buat Rencana Kebutuhan Terlebih Dahulu.

Sementara, salah satu Ketua Pokja dari Kementerian PAN-RB, Suryo menjelaskan untuk pengadaan 2023 bagi instansi daerah di prioritaskan untuk. ASN P3K.

“Ini di maksudkan agar dapat lebih menyerap tenaga honorer di daerah, karena usia tenaga honorer eksisting sekarang, mayoritas lebih dari 35 tahun. Apabila dengan formasi CPNS ini tidak memungkinkan”, kata Suryo.

Suryo pun menambahkan untuk kebutuhan tenaga kesehatan 5 RSUD agar di isi terlebih dulu dalam Rencana Kebutuhan (Renbut). Tenaga kesehatan dan dapat di usulkan di pengadaan ASN 2023. “Sementara dengan regulasi terkait keberlangsungan tenaga honorer. (Non ASN) sedang dalam tahap pembahasan RPP,” ujarnya pula.

(Setiawan J)

Agus Suhendar

Agus Suhendar

About Author

Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya. Pada tahun 2017 Agus Suhendar memutuskan untuk mendirikan perusahaan medianya sendiri. Agus kemudian mendirikan situs web portal Balance News. Hingga tahun 2018, PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Berita Serupa

Ajang Bisnis Program BNPT
Bantuan Sosial Berita

Program BPNT Oleh Bulog Di Jadikan Ajang Bisnis

Balance News | Bandung – Ajang Bisnis Program BNPT sepertinya sudah bukan menjadi rahasia umum lagi di duga, adanya pemasok
pembuatan folder air
Berita Sosial

Pembuatan Folder Air di Wilayah Bojongsoang Menuai Pro dan Kontra

Balance News | Kab Bandung – Proyek pembuatan Folder Air yang berada di wilayah leuwi bandung Desa Citeureup Kec Bojongsoang