BALANCE NEWS, KABUPATEN BANDUNG – Mengenal Pohon Jamuju di Kampung Stamplat, Warisan Warisan Nenek Moyang IndonesiaSejak 1977 yang Menjadi Ikon Wisata Rancabali.
Di tengah sejuknya udara dataran tinggi Bandung Selatan, tepatnya di Kampung Stamplat, RT 04/RW 07, Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali. Tumbuh tegak ribuan pohon Jamuju (Dacrycarpus imbricatus) yang menjadi saksi sejarah wilayah tersebut.
Pohon-pohon endemik Indonesia ini di ketahui telah tertanam kuat sejak tahun 1977 dan kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Pohon Jamuju merupakan jenis pohon endemik yang secara alami memiliki sebaran terbatas di wilayah geografis tertentu. Keberadaannya di Desa Indragiri tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru lingkungan, tetapi juga bertransformasi menjadi identitas lokal yang bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat sekitar.
Inisiasi Wisata Berbasis Alam
Potensi alam yang melimpah ini di kelola secara kreatif melalui konsep wisata homestay dan kedai kopi.
Salah satu sosok perintis di balik pengembangan kawasan ini adalah Dede Komarudin, yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus) 4 Desa Indragiri.
Melalui tangannya dan dukungan warga, Kampung Stamplat kini dikenal sebagai destinasi Wisata Kampung Homestay.
Salah satu ikon yang paling digemari pengunjung adalah D’Jamuju Kopi Cem, sebuah kedai kopi yang menawarkan sensasi menyeruput kopi di bawah naungan pohon-pohon purba yang rindang.
“Pohon-pohon ini sudah ada sejak tahun 1977. Kami berusaha menjaga kelestariannya sambil membuka peluang usaha bagi warga melalui homestay dan kedai kopi,” ujar Dede Komarudin pada Sabtu (4/4/2026).
Edukasi Kayu Endemik
Kehadiran sekitar 10.000 pohon Jamuju di lokasi ini juga menjadi sarana edukasi bagi wisatawan. Berbeda dengan kayu eboni dari. Sulawesi atau kayu ramin dari Kalimantan, pohon Jamuju di Rancabali memberikan karakter visual yang unik pada lanskap hutan pegunungan Bandung.
Dengan harga tiket atau retribusi yang terjangkau, pengunjung dapat menikmati pemandangan jajaran pohon tinggi menjulang yang di padukan dengan arsitektur bangunan kayu yang estetik.
Keberhasilan Desa Indragiri dalam merawat pohon endemik ini membuktikan bahwa konservasi alam dapat berjalan beriringan dengan kemajuan sektor pariwisata.
Bagi Anda yang mencari ketenangan jauh dari hiruk-pikuk kota, Kampung Stamplat di Desa Indragiri adalah pilihan tepat. Untuk menikmati harmoni antara kopi, budaya lokal, dan hijaunya warisan endemik Indonesia.
Editor: Tim Waspira News
Reporter/Sumber: Dede Komarudin (Kadus 4 Desa Indragiri)





