Balance News | Jakarta – Beberapa pekan belakangan ini memang ramai soal kasus rangka eSAF berkarat dan keropos.
Modifikator Sorot Kasus Rangka eSAF Keropos dan Patah
Bahkan ada pemilik Honda BeAT yang rangka motornya patah dan membuat celaka.
Kecelakaan rangka patah pemilik Honda BeAT di alami Mohamad Sodri di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) pada Jumat (1/9) lalu.
Video kecelakaan Honda BeAT rangka patah di PIK mendadak viral.
Kasus rangka eSAF karat sampai keropos sudah di klarifikasi pihak Astra Honda Motor (AHM) pada Rabu (23/8) lalu.
AHM sendiri mengklaim kalau warna kuning yang ada di rangka eSAF merupakan silica sisa produksi,
Pihak AHM juga mengatakan masih belum berencana untuk melakukan recall atas temuan rangka karat dan keropos.
Ramainya kasus rangka eSAF berkarat pada Honda BeAT, Scoopy, Genio dan Vario 160 membuat modifikator ikut berkomentar.
Topo Goedel Atmodjo, modifikator kawakan melihat dari sisi material yang di gunakan untuk rangka eSAF.
Topo sendiri sudah di kenal sebagai modifikator spesialis rangka dan pelat besi.
“Pengembangan teknologi Honda pada kerangka baru (eSAF) pada dasarnya sudah bagus. Tapi ada beberapa kekurangan sampai akhirnya viral. Dan rangka eSAF bisa di katakan cacat produksi,” ucapnya melalui pesan WhatApps kepada MOTOR Plus, beberapa waktu lalu.
Pemilik bengkel modifikasi Tauco Custom ini menambahkan kalau rangka eSAF di buat untuk efisiensi, walaupun sekarang malah muncul masalah.
Kualitas rangka eSAF yang kemudian muncul masalah di masyarakat, berkaitan dengan bagian quality control.
Dari penilaian saya, semua produsen atau pabrikan memiliki sistem kerja yang jelas, Mulai dari quality control, riset, uji kelayakan. Sampai unsur safety. Semua bersinergi untuk menghasilkan produk terbaik, Sekarang yang muncul malah kasus rangka eSAF berkarat dan ini. Bisa dikatakan cacat produk,” tambahnya lagi.
Sebagai lelaku dunia custom motor, Topo berpendapat teknologi Honda yang di terapkan di pengembangan kerangka motor yang lebih modern. Dan efisien pada dasarnya sangat bagus, meskipun ada beberapa kekurangan atau cacat produksi.
Kekurangan rangka eSAF Honda yang karat atau keropos dan kejadian patah, memang bukan biasa yang harus terjadi.
Namun di sini merupakan defect produk (rangka yang memiliki kualitas yang tidak sempurna karena terdapat bagian yang cacat pada barang tersebut).
Modifikator asal Sragen, Jawa Tengah ini melanjutkan jauh sebelum rangka eSAF viral sudah terjadi rangka tubular Honda CB150R StreetFire patah.
Dan hal ini sempat di alami pemilik motor, walaupun tidak sampai viral seperti rangka eSAF.
“Sedikit mengingat di masa lampau, produk Honda lainnya sempet terjadi juga di frame Honda CB150 R StreetFire. Sempet timbul kasus patah di persilangan mainframe nya. Padahal saat itu lagi gencar mengenalkan produk baru bernama Honda CB teralis,” lanjutnya.
Topo menilai kalau kasus rangka pada Honda CB150R StreetFire bukan masalah bahan bakunya, tapi lebih kepada penggunanya.
Bisa dari kurangnya perawatan sampai motor di gunakan cukup extreme.
Masalah pada Honda CB150R StreetFire bisa di atasi pihak Honda dan masih diproduksi sampai saat ini.
Untuk kasus rangka eSAF, modifikator nyentrik ini mengatakan harus ada campur tangan ahli metalurgi untuk mendapatkan analisa yang tepat dari segi material jika memang bermasalah.
Selain itu, Topo menyoroti kekurangan yang muncul pada rangka eSAF ada pada finishing atau proses pengecatan.
Tidak ada masalah pada pilihan material logamnya termasuk pengelasan sambungan antara Main Frame dan Sub Frame nya.
Dampak yang timbul (karat, keropos dan patah) menurut Topo bisa di atasi dengan perawatan atau pengecatan ulang dengan pilihan bahan cat yang tepat seperti metal treatment yang sering kali di lakukan pada mesin motor untuk mengurangi gesekan.
Motorplus|RedBN





