Balance News | Kab.Bandung –Selain terkesan mangkrak, Pembangunan Jembatan Sungai Cikeuruh yang berada di wilayah pemerintahan Desa Tegal Luar Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung Jawa barat, di sinyalir warga sekitar area pembangunan proyek tersebut merasa di rugikan.
Selain Terkesan Mangkrak Pembangunan Jembatan Sungai Cikeruh
Kerugian warga dari mulai tembok bangunan rumah menjadi retak akibat yang di timbulkan dari getaran alat berat hingga kemacetan jalan dan banjir.
Padahal pembangunan Jembatan tersebut sebagaimana yang tertera di dalam papan proyek, nilai kontraknya itu mencapai hingga Rp. 10.447.008.199 dengan sumber dana berasal dari APBD Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2023.
Namun sangatlah di sayangkan, lamanya waktu pengerjaan sebelumnya tidak bisa di laksanakan dengan baik oleh pihak pelaksana yaitu CV.ISTHIE, hingga terjadilah Adendum berupa tambahan waktu lamanya pengerjaan Proyek Jembatan tersebut hingga 50 Hari Kerja kedepan, terhitung dari batas akhir lamanya waktu pengerjaan kontrak yang sudah di tentukan sebelumnya dan akhir. ( Terkena Penalti ).
Saat Awak Media mencoba untuk menemui pihak CV. ISTHIE, (Rabu, 17/01/2024) tak seorang terlihat pekerja berada di lokasi Proyek yang ada hanyalah tampak Alat berat yang terparkir di pinggiran sungai saja dengan kondisi pekerjaan terkesan semrawut.
Dalam hal ini diduga dalam pengawasan lalai dari pihak pelaksana, pengawas dan konsultan pelaksana melanggar, Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Saat Awak media mencari sumber Informasi terkait pelaksanaan proyek jembatan tersebut, Bahri (57) salah satu pemilik warung nasi Padang yang berada percis di pinggir lokasi proyek tersebut mengatakan, “Setahu saya dari hari Minggu juga sudah tidak ada yang bekerja.

“Yang jelas dengan adanya pembangunan jembatan ini selain pendapatan sehari hari saya jadi berkurang di karenakan jalan jadi macet dan susah untuk parkir, rumah saya juga jadi pada retak baik itu tembok dinding maupun atap yang di akibatkan oleh getaran dari alat berat.
Terkait dengan adanya permasalahan ini. “Saya juga sempat bertemu dengan Bupati Bandung dan di sampaikan semua keluhan”, tetapi beliau menanggapi dengan bahasa nanti sepuluh tahun akan normal kembali.
Pewarta: SR





