


Balance News || Kabupaten Bandung — Pembangunan gedung sekolah dan ruang kelas baru merupakan salah satu rencana operasional tahunan pemerintah daerah di bidang pendidikan.
Tujuan pembangunan nasional dalam bidang pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan mutu atau kualitas sumber daya manusia Indonesia. Salah satu upaya untuk merealisasikan tujuan tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Diduga Bermasalah Rehab Ruang Kelas SDN Di Kab Bandung
Miris lain halnya di Kab Bandung untuk kegiatan pembangunan rehab ruang kelas sedang dan berat SDN di tinggalkan para pekerja. Menjadi bermasalah di sorot masyarakat Kab bandung.
Alhasil awak media temui beberapa masyarakat sekitar berikan keterangan ada yang sudah 3 (tiga) pekan di kerjakan oleh pelaksana. CV Galih Kencana dengan nilai kontrak sebesar Rp. 81.693.623,- untuk pekerjaan dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari kalender.
Kegiatan rehab sedang dan berat rehabilitas pembangunan SDN Rancabali Kab Bandung di tinggalkan begitu saja oleh para pekerjanya (kabur) di soal warga sekitar.
Diduga Pemborong Bermasalah
Akibat pemborong nakal dan tidak bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut dan di tinggalkan oleh para pekerja, pembangunan menjadi mangkrak, dinas terkait sendiri harusnya beri sanksi kuat, dengan adanya masalah ini.
Baca Juga: Diduga Akibat Proyek Siluman Pembangunan SDN Rancabali Terlantar Di Tinggal Pekerjanya
Dalam Hal ini. Pihak dinas Pendidikan Kab Bandung sendiri Seakan tutup mata tutup telinga. terkait pembangunan tersebut
Bagi pihak dinas sendiri terkait untuk melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan di bidang pekerjaan umum, penataan ruang dan pertanahan.
Yang menjadi pertanyaan masyarakat pekerjaan tersebut jadi mangkrak bermasalah jelas akibat dalam segi pengawasan lalai, akibatnya dari kejadian seperti ini masyarakat sekitar di rugikan.
Camat Ciwidey Jawab Cukup Tidak Tau Pada Awak Media Saat Di Konfirmasi Terkait Undangan
Seperti di utarakan DD (50) warga Kec.Rancabali Kab Bandung saat di wawancara Sabtu, 14/09/2024 oleh awak media Balance News di kediamannya di soal keberadaan. Proyek rehab ruang Kelas SDN Rancabali itu semerawut, para pekerja begitu saja pergi tanpa pamitan meninggalkan bon bekas makan. Katanya
Diduga Bermasalah Rehab Ruang Kelas SDN Di Kab Bandung Selatan
Lanjut DD bekas bongkaran material bangunan gedung sekolah ruang kelas baru tersebut, di biarkan begitu saja, menutupi badan jalan gang sehingga warga sekitar sulit di saat melewati jalan gang tersebut, bahkan warga sekitar saat ke lokasi makam, menandu orang yang meninggal sulit melewati gang tersebut karena material bekas bongkaran dan esteger masih terpasang di jalan gang. Ujar DD
Baca Juga: Pembangunan Alun-Alun Ciwidey Di Soal Warga
Tambah adanya keluhan dari Ahmad Gunawan selaku kepsek SDN Rancabali saat di hubungi lewat telepon seluler mengatakan bekas pekerjaan begitu saja di tinggalkan jelas menggangu aktifitas masyarakat dan masalah harus segera di atasi agar di evaluasi jangan berlarut-larut dengan kejadian seperti ini. Apalagi menyangkut dengan Pendidikan, edukasi khususnya bagi pihak pemborong supaya menyelesaikan dengan benar dan bertanggung jawab untuk pekerjaan rehab ruang kelas sedang dan berat ini. Katanya
Masih Kab Bandung selatan Berbeda Lokasi Terkait Rehab Kelas
Di waktu yang sama. Lipsus Balance News menyambangi Proyek SDN Pasirpari yang berada di Kec Ciwidey Kab Bandung, dalam pelaksanaan pembangunan rehab ruang kelas sedang dan berat. Seperti halnya yang di alami SDN Pasirpari, para pekerja juga meninggalkan pekerjaannya sehingga pembangunan menjadi mangkrak.
Pekerjaan yang baru dua (2) pekan, di soal seperti di utarakan TR (55) tahun warga Kec Ciwidey Kab Bandung, kami baru mengetahui di tahun 2024 pekerjaan proyek rehab ruang kelas carut marut seperti ini, siapa yang bertanggung jawab dalam hal ini. Kemana?, Dinas Pendidikan Kab Bandung ini. Dan Jangan di biarkan begitu saja bagi oknum pelaksana nakal dan jangan sampai kami sebagai orang tua siswa penerima manfaat jelas-jelas merasa di rugikan.
Lanjut TR karena ruang kelas sangat di butuhkan oleh siswa/siswi yang mau belajar untuk mendapatkan Pendidikan yang baik. Kenapa anak kami untuk mengikuti pembelajaran sekarang berjubel duduk ikut di bangku rekan sekelasnya, ini akibat ruang kelas yang tidak kunjung selesai.
Adanya harapan. TR masyarakat ciwidey kami memohon kepada. APH segera turun tangan jika ada oknum-oknum bagi yang sengaja mau bermain. Di proyek tersebut segera di tindak dan di beri sanksi tegas sesuai aturan yang ada. tutur TR singkat
Tim Lipsus/RedBN





