

RANCABALI, BANDUNG || BALANCE NEWS – Optimalkan Potensi Wisata Bandung Selatan, H. Ahmad Sharip Iskandar Terus Lakukan Inovasi
Upaya pengembangan destinasi wisata di wilayah Kabupaten Bandung terus menunjukkan tren positif.
Salah satu tokoh yang gencar melakukan transformasi adalah H. Ahmad Sharip Iskandar, yang berkomitmen memajukan sektor pariwisata, khususnya di wilayah Bandung Selatan.
Sejak tahun 2022, H. Ahmad Sharip Iskandar telah fokus mengembangkan berbagai destinasi unggulan di Pangalengan, seperti Carita Alam dan Tirta Kamelia, serta berencana melakukan pengembangan di beberapa titik wisata lainnya.
Kehadiran destinasi ini di harapkan mampu menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menikmati potensi alam yang asri di kawasan tersebut.
Restorasi dan Inovasi Fasilitas
Sebagai putra daerah asli Kabupaten Bandung, Ahmad mengungkapkan bahwa motivasi utamanya adalah memberikan kontribusi nyata bagi tanah kelahiran. Selain di Pangalengan, perhatiannya juga mencakup wilayah Ciwidey hingga Rancabali.
Guna menghindari informasi bias dan polemik negatif di masyarakat, awak media menemui pengelola, Bambang Septian GRS. Beliau menjelaskan bahwa pendekatan yang di terapkan di wisata Ciwalini saat ini berbasis ekowisata berkelanjutan yang berfokus pada pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal (Pokdarwis), serta pengembangan infrastruktur ramah lingkungan.
Baca Juga : KEINDAHAN WISATA KAWAH PUTIH CIWIDEY RANCABALI
”Kami terus melakukan renovasi dan perbaikan fasilitas di tempat-tempat wisata agar pengunjung merasa lebih nyaman. Ini adalah bagian dari cita-cita kami sebagai putra daerah untuk melihat wisata Bandung Selatan semakin maju,” ungkap Ahmad saat di temui di Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (11/4/2026).
Kunci keberhasilan pengembangan ini terletak pada keseimbangan daya dukung alam, peningkatan keamanan, kenyamanan pengunjung, serta pemanfaatan pemasaran digital untuk mempromosikan keunikan potensi lokal.
Kontribusi Terhadap PAD
Pengembangan pariwisata yang di kelola secara profesional ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengunjung, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung melalui setoran pajak dan retribusi yang teratur.
Sektor pariwisata di harapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga : Destinasi Wisata Air Jiwanta Cimanggu, Kini Mulai Ramai Di Kunjungi Wisatawan Lokal Maupun Luar Daerah
Peningkatan fasilitas yang di lakukan merupakan langkah strategis guna memastikan standar pelayanan tetap terjaga, sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kunjungan wisata.
Strategi Pengembangan Wisata Berkelanjutan
Dalam upayanya, pihak pengelola menekankan lima pilar utama pengembangan:
Edukasi Wisatawan: Menginformasikan pentingnya menjaga lingkungan dan panduan perilaku ramah lingkungan.
Infrastruktur Dasar: Membangun fasilitas memadai seperti toilet bersih dan jalur trekking yang teratur.
Keamanan: Menyediakan tim rescue dan pos informasi demi menjamin keamanan pengunjung.
Pemasaran Digital: Memanfaatkan media sosial untuk menonjolkan keunikan alam secara kreatif.
Kolaborasi Stakeholder: Menjalin kemitraan dengan pemerintah dan swasta untuk pelatihan serta pendanaan.
Dengan sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah, kawasan Pangalengan dan Ciwidey diprediksi akan terus berkembang menjadi pusat wisata unggulan di Jawa Barat.
Pewarta: Abeng
Redaksi: BN





