Balance News || Kab Bandung – Akibat di rubahnya jalur pemasangan pipa Proyek pembangunan Embung Cikalong di Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan, kembali mengundang protes warga Sekitar.
AKIBAT DI RUBAHNYA JALUR PEMASANGAN PIPA AIR EMBUNG, MASYARAKAT KENA IMBAS
Pasalnya bagi pihak pelaksana dan kontraktor demi kepentingan proyek dan merauk keuntungan dalam hal ini diduga sudah tidak mempedulikan lagi untuk keselamatan warga sekitar dan bagi pengguna jalan.
Keluhan pun di utarakan Ujang (50) warga Desa Lamajang. Menurut dia, di musim penghujan seperti ini jalanan pun licin, berlumpur. Dan beberapa waktu lalu ada sepeda motor yang melewati jembatan buatan, terjatuh dan motornya masuk ke lubang galian pipa pada hari Jumat (06/12/2024).
Ujang sebagai warga sekitar merasa kecewa dengan pihak pemborong pembangunan embung tersebut, karna tidak memfasilitasi jalan yang aman untuk warga.
Padahal jalanan tersebut merupakan akses jalan yang sering di lewati oleh pengguna jalan dan kendaraan roda dua maupun roda empat. Ucap Ujang
Hal serupa pun di katakan salah satu pemerhati lingkungan Desa Lamajang, yang mengatakan bahwa pembangunan embung itu kan. Sudah lama di kerjakan namun hingga saat ini tak kunjung selesai.
Banyak Faktor Yang Menjadi Dugaan-Dugaan
Bagi pelaksana dan kontraktor dalam hal ini. Lalai karna seharusnya bulan Oktober ini proyek embung tersebut sudah rampung. Karena memang sebelumnya, masalah ini muncul adanya perubahan siteplan atau peta lokasi yang di rubah dan benar saja menjadikan polemik hingga saat ini.
Jauh dari kata bisa di rasakan manfaatnya, yang ada pembangunan tersebut malah banyak protes warga dan kecaman di tambah. Banyaknya pengguna jalan sekitar yang tergelincir akibat melewati jembatan yang terbuat dari tripblok tersebut.
Dengan adanya hal tersebut, seharusnya pihak-pihak terkait turun tangan untuk mengatasi permasalahan yang menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Warga Desa Lamajang Pernah Bersurat ke Komisi 4
Memang sebelumnya pihak dari masyarakat yang terdampak Rt 01/12 pernah bersurat ke komisi 4 terkait penolakan pemasangan pipa embung, namun hingga saat ini belum ada tanggapan.
Jika masyarakat mengeluhkan aspirasinya terhadap dewan tidak di dengar, apa harus kami berdemo pada presiden. Agar mereka tau bagaimana kinerja para dewan yang hanya ongkang-ongkang saja, harusnya mereka memprioritaskan apa yang di keluhkan masyarakat apalagi ini untuk kepentingan bersama.
“Saya berharap para pihak tertentu maupun dewan sendiri bisa berkomunikasi dengan baik serta menyalurkan aspirasi yang di terima dari masyarakat. Ke pihak-pihak berkepentingan”. Tutupnya
Pewarta: AAbeng/RedBN