Balance News || Bandung – Diduga Yayasan Tunas Argi Syarat Pendirian MBG SPPG Di Pertanyakan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga kembali tercoreng, sajian dari Satuan Pelaksana Program Pemberian Gizi (SPPG) Baleendah – Bojongmalaka. Kecamatan Baleendah kembali menuai sorotan publik.
Dugaan tersebut mencuat setelah siswa yang mengadu pada orangtuanya, bahwa tadi di sekolah menu makanan MBG yang nilai anggaran makanan. Dan kualitas menu yang rendah.
Sontak saja orangtua murid memicu keresahan dan mempertanyakan standar kebersihan, kualitas dapur, serta lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program bergizi gratis ini yang menyasar anak-anak sekolah.
Berdasarkan penelusuran awak media, memang menu harian MBG tersebut berkisar Rp. 10.000 per porsi, padahal program MBG ini. Di biayai anggaran pemerintah yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah secara layak dan seimbang.
Salah seorang wali murid menyampaikan kekecewaannya, “Saya melihat langsung menu yang di bagikan kepada anak saya. Kalau di hitung dari bahan-bahannya jelas tidak sampai sepuluh ribu. Program ini seharusnya memperhatikan kualitas dan keseimbangan gizi anak-anak bukan sekedar formalitas,” ujarnya dengan nada kecewa.
DIDUGA YAYASAN TUNAS ARGI SYARAT PENDIRIAN MBG SPPG DI PERTANYAKAN
Awak media Balance News, pada Rabu, 04/02/2026 menelusuri sumber penyedia makanan yaitu dapur satuan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang di kelola. Oleh Yayasan Tunas Agri yang beralamat di Kp. Kerenceng RT 03/05 Desa Bojongmalaka Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Dan berupaya meginformasi Kepala SPPG Bojongmalaka, Azis . Namun, alih-alih memberikan klarifikasi malah yang bersangkutan menyebutkan “Jika ada media yang akan wawancara itu, di haruskan atau di lengkapi dengan surat tugas” itu perintah dari BGN langsung. Katanya
Dalam keterangannya, Azis menjelaskan bahwa prosedurnya memang seperti itu dan tak lama kemudian Azis pun menghubungi Koordinator Kecamatan (korcam) Fajar. Yang di mana mungkin sebagai Kepala SPPG ada keterbatasan jadi di alihkan pada Korcam.
Sementara Korcam Fajar mempertanyakan maksud dan tujuan kedatangan awak media, yang di mana sebelumnya memang ada perintah seperti itu yang di haruskan di penuhi.
Tambah Azis, pengantaran MBG di mulai dari jam 07.00-08.00 WIB ke setiap sekolah, jadi setiap sekolah itu ada penanggung jawabnya. Sehingga kita dari distribusinya itu ada pengecekan misalkan ompreng di sekolah itu 200 atau sesuai jumlah siswanya.
Pemenuhan gizi dari SPPG kami itu sesuai dan memang di analisis oleh ahli gizinya. setiap harinya menu pun bervariatif. Seperti daging ayam, daging sapi, sayuran dan juga buah-buahan.
Ironis Untuk Pendor Sendiri Bukan Dari Lantai Pasok Lokal
Masalah pengadaan itu dari yayasan yaitu Koperasi Tunas Agri yang berlokasi di Cibereum, memang sebelumnya kita sempat bekerja sama. Dengan koperasi merah putih namun mereka masih belum siap karena kami butuh bahan baku yang banyak jadi mereka tidak menyanggupinya.Namun untuk pengadaan tempe, kami ambil dari BumDes melalui koperasi.
Sedangkan untuk izin-izin seperti SLHS, amdal, kami sudah ada dan juga IKL dari puskesmas, sebelumnya untuk air minum kami ambil dari biru namun ada beberapa masalah jadi saat ini kita pakai sumber air katanya.
Beberapa masyarakat menilai menu yang di sajikan melalui SPPG kadang tidak memperhatikan kualitas gizi dan seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan gizi anak seperti spagetti atau burger.
Disoal publik hal kecil seperti Papan informasi spanduk MBG tidak terlihat di tiap sekolah bagi penerima manfaat Makan bergizi Hak Anak Indonesia, dalam hal ini pihak SPPG Bandung Baleendah Bojongmalaka seakan acuhkan hal itu
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG mengatakan bahwa setiap harinya menu yang di sajikan itu di pantau ahli gizi dan pengawas.
Jika memang ada ahli gizi dan pengawasan dalam penyajian, kenapa menunya seringkali tidak sesuai atau malah anak-anak bosan.
Seharusnya pihak BGN dan Satgas Kabupaten Bandung, selalu adakan sidak SPPG setiap harinya. Jangan hanya ketika ada keluhan saja. Baru di sidak dan perlu adanya sanksi tegas dari BGN bagi dapur SPPG serta yayasan yang nakal.
Pewarta : Abeng





