BalanceNews.Id, Kabupaten Bandung — Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Bandung berjalan dengan semestinya tetapi adanya kejanggalan.

Sepintas memang tidak ada yang janggal. Namun, berdasarkan penelusuran fakta dilapangan ada salah satu agen E-Warong yang diduga menjadi agen ‘Siluman’ saat penerimaan BPNT di Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah.
E-Warong atau yang ditunjuk menjadi penyalur bantuan diduga melanggar Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia (Permensos RI) Nomor 20 tahun 2019 Tentang Penyaluran BPNT.
E-warong adalah agen bank, pedagang dan/atau pihak lain yang telah bekerja sama dengan Bank Penyalur dan ditentukan sebagai tempat pembelian bahan pangan oleh KPM, yaitu pasar tradisional, warung, toko. Nama-namanya antara lain e-Warong KUBE, Warung Desa, Rumah Pangan Kita (RPK), Agen Laku Pandai, Agen Layanan Keuangan Digital (LKD) yang menjual bahan pangan, atau usaha eceran lainnya.
Menanggapi hal itu, Bhabinsa Khadar menuturkan bahwa bukan kewenangan saya atas pengalihan e-Warong ibu Cucu. Tetapi kan itu tadinya warung dipinggir jalan, kelihatannya enggak enak ada semacam antrian, dikira masyarakat lain kan itu antrian apa gitu.
Makanya saya alihkan ke GOR Baleendah, biar tertib. Juga saya menyarankan dan menghimbau supaya dipindahkan ke GOR Baleendah agar terlihat lebih tertib saja. Jadikan Kalau di GOR tidak seperti dijalanan yang carut marut. Dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Nah Adanya kebijakan dari Pemerintahan Kelurahan atas dipindahkannya tempat/e-Warong ibu Cucu, kenapa tidak dipergunakan dengan bagaimana semestinya. Hal itupun tidak luput dari perhatian para masyarakat sebab ketika pindah di GOR Kelurahan, kenapa Spanduk/banner tidak terpampang??. Alangkah baiknya jika, dipasang agar masyarakat mengetahui bahwa adanya penyaluran BPNT berlangsung.
Hal tersebut diakui oleh pemilih Agen yang bernama Cucu Mulyati, juga pada saat ditanya terkait banner/logo BPNT, jawab ibu cucu spanduknya disobek pada saat para wartawan konfirmasi.
Spanduk disobek begitu sama saja menghilangkan identitas e-Warong, kenapa bisa ceroboh seperti itu. Apakah memang sengaja ??.
(Kamis, 22/9/2022) Penyaluran dengan banyaknya 806 KPM. Dengan komoditi Beras 10kg, daging 1kg, telor 1kg, buah pir 4. menurut Cucu pembagian BPNT hari ini digabungkan semua di GOR antara e-Warong dirinya dengan ibu Euis. Seharusnya pihak Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas bisa melakukan secara per sesi agar tidak terjadinya penumpukan massa.
Dalam pantauan media BalanceNews.Id, adanya dugaan kongkalikong antara TKSK dan Agen e-Warong. Pasalnya dari mulai rekomendasi mesin EDC dan juga supplier yang ditunjuk TKSK Lia.
Sebelumya, mesin EDC yang ibu Cucu dan ibu Euis memang sedang ada gangguan. Dan Agen pun harus update ke Bank BNI, jadi agar penyaluran tetap berjalan, TKSK pun menyarankan untuk meminjam mesin EDC. Jelas Cucu
Pasalnya Mesin EDC yang direkomendasikan oleh TKSK itu dari (Enjang Mahmudin) yang beralamat di Kertasari. Kenapa harus jauh-jauh pinjam ke Kertasari, apa tidak ada daerah yang lebih dekat?? jika terus ketergantungan ke Agen lain, tidak baik juga, takutnya jadi masalah dikemudian hari.
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), seharusnya bisa mengupayakan kepada pihak Bank , agar secepatnya Agen ibu Cucu dan ibu Euis mempunyai Mesin EDC sendiri.
Media Balancenews.Id juga menemukan adanya penyimpangan, karena penyaluran BPNT di Kelurahan Baleendah ini, ada dua cara untuk pengambilan, yang pertama KPM datang sendiri/langsung dan yang kedua dengan cara dikolektifkan oleh oknum RW.
Untuk pengkolektifan tersebut, entah dikenakan biaya atau tidak. Tapi biasanya jika kartu KKS dikolektifkan seperti itu, iya pastinya ada upah jalan bagi oknum tersebut.
Salahsatu KPM ibu Eti yang tinggal di RT 06/11, dirinya mengatakan berterimakasih karena telah mendapatkan bantuan tersebut. yang diterima hari ini berupa Beras 10kg,Telur 15 butir, Daging 1bungkus, dan Buah Pir 4. Dan harapan untuk kedepannya ibu Eti, ingin bagi masyarakat yang tidak mampu bisa mendapatkan bantuan BPNT secara merata. Tidak hanya sebagian saja, juga agar tepat sasaran yang betul-betul membutuhkan.
Hal senada pun dikatakan ibu Cucu sebagai Agen di Kelurahan Baleendah, harapan kedepannya iya ingin ada perbaikan. Kalau penyaluran mah, sebenarnya sudah kondusif. Tak hanya itu, bantuan BPNT pun ingin merata, ingin tepat sasaran. Allhamdulilah nya
untuk saat ini di Baleendah tepat sasaran.
Baca Juga: BPNT Pasca Penyaluran Secara Tunai, Terendus Satu Bulan Dipotong Sama Oknum
“Saya terus komunikasikan dengan TKSK, kita kan mengacunya ke teh Lia. Dan agar ada perbaikan untuk Supplier karena masalahnya beras tidak berlabel”. Ucap Cucu (Pewarta: Abeng/RedBN


