Balance News | Bandung – Desa Baros Masih Butuh Sentuhan, Setelah di tetapkan sebagai Desa Wisata, di Kecamatan Arjasari terus berbenah diri. Apalagi kini telah di tetapkan sebagai kandidat penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) oleh Kemenparekraf Republik Indonesia.
Desa Baros
Salah satunya Wisata Citalugtug menjadi tempat wisata andalan Desa Baros denga tiket sangat terjangkau yaitu Rp. 10.000, para wisatawan sudah bisa menikmati keindahan tempat wisata alam Desa Baros.

Wisata Citalugtug berada di tepi sungai yang jernih dan di apit hamparan pesawahan dan di kelilingi bukit pegunungan. Sehingga sangat cocok untuk wisata keluarga dan wisata edukasi.
Melihat lebih jauh tentang Desa Wisata Baros, Rabu, (24/5/23) Kepala Desa Baros Anton Rudiana menceritakan perjalanan panjang. Dan suka duka hingga mendapat predikat sebagai Desa Wisata.
Dalam penjelasannya, Anton menjelaskan dirinya tidak berambisi untuk membentuk desa wisata, tapi hanya berkeinginan memiliki wisata desa. Di awali dengan membangun kolam renang dan ternyata mendapat sambutan cukup positif dari masyarakat Desa Baros.
Kepala Desa Baros Anton Rudiana
Lanjut Anton, tidak terbayangkan untuk menjadi Desa Wisata, karena kami menyadari masih ada kekurangan, di antaranya faktor infrastruktur. ujar Anton Rudiana
Lebih jauh, Antonmerasa bangga sanggup mempersembahkan status Desa Baros sebagai Desa Wisata di akhir masa jabatannya. Banyak cerita suka dan duka untuk menjadikan Desa Baros menjadi Desa Wisata.
“Banyak rintangan yang kami hadapi, seperti di masa covid lalu, semua wisata di tutup hingga haruals mulai dari awal lagi”.ujar Kepala Desa yang akan habis masa baktinya bulan september mendatang ini.
Hasil Olahan UMKM
Selain tempat wisata, Desa Baros juga terus mempromosikan makanan khas Baros yakni makanan burayot dan berbagai produk UMKM. Lainya yang banyak di produksi oleh warga Desa Baros sendiri.
Dengan peningkatan status menjadi Desa Wisata, Deaa Baros memikul tanggung jawab besar untuk terus mengedukasi warganya hingga bisa sinergis dengan. Pemerintah Desa.
Tambah Anton, Dirinya harus bersama memahami bahwa selain hal-hal positif pasti akan muncul pula sisi negatifnya, maka harus ada. Sinergitas antara Pemerintah Desa dengan warga sehingga bisa meminimalisir sisi negatif itu sendiri.
Bukan hanya itu Anton pun tidak menutupi tentang kurang nya famor dari Desa Wisata Baros selain infrastuktur Blank Spot. Atau minim nya sinyal telekomunikasi atau internet di beberapa area yang ada di Desa Baros menjadi pekerjaan rumah. Yang harus dirinya selesaikan di akhir masa jabatannya.
Minimnya Sinyal
“Bukan hanya infrastuktur saja tetapi Blank Spot atau minim nya sinyal komunikasi di beberapa area yang ada di Desa Baros menjadi pekerjaan rumah bagi kami, apalagi sekarang jamannya medsos untuk menaikan rating pasti perlu sinyal yang bagus, di sini hanya ada beberapa provider saja yang sinyal nya bagus, jadi tidak merata tapi kami akan berusaha secepatnya untuk menormalan jaringan sinyal komunikasi atau internet. Karena jika sinyal komunikasi atau internet bagus mungkin warga Desa Baros akan membantu mengangkat tentang indahnya Desa Wisata Baros di media sosial ” pungkas Kepala Desa Baros Antos Rudiana
Red/BN-A3





