Berita

Dua Jurnalis di Karawang Mengaku Diculik, Dianiaya Lalu Dicekoki Miras dan Air Kencing Pelakunya Diduga Seorang Pejabat (Pejabat Biadab)

BALANCENEWS l KARAWANG – Kekerasan terhadap jurnalis salah satu media online kembali terjadi, Kali ini jurnalis yang menjadi korban ada dua orang, dan pelakunya adalah oknum pejabat diduga Kepala Dinas. Kedua orang jurnalis media online tersebut yakni, Gusti Sevta Gumilar alias Junot dan Zaenal Mustofa.

Oknum pejabat tersebut menjabat di Pemerintahan Karawang, Selain itu Oknum Kepala Dinas tersebut juga merangkap beberapa jabatan di Pemkab Karawang tersebut.

Junot Salah seorang jurnalis yang menjadi korban mengatakan, Oknum pejabat ini telah melakukan tindakan gila yakni, Penculikan, Penyekapan hingga Penganiayaan kepada dirinya bahkan yang biadabnya dipaksa untuk minum air kencing.

Kedua orang jurnalis tersebut yang kondisi Psykisnya masih mengalami trauma adalah Gusti Gumilar, Ia adalah yang melaporkan tindakan biadab oknum pejabat tersebut kepada
aparat penegak hukum.

Puluhan wartawan pun mendampingi Gusti untuk melaporkan hal dan tindakan yang dilakukan oknum pejabat Karawang tersebut ke Polres Karawang dengan nomor laporan STTLP/1749/IX/2022/SPKT.RESKRIM/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT, pada Senin malam 19 September 2022.

Kepada awak media yang menemaninya, Gusti Gumilar pun menuturkan kronologis kejadian hingga penyiksaan yang dialaminya.

“Usai acara launching Persika 1951 saya kebetulan masih di stadion, saya dibawa ke ruangan yang dulu bekas kantor PSSI Karawang di Stadion Singaperbangsa, ruangan ditutup dan tidak boleh ada yang masuk selain orang-orang dia,” terang Gusti.

Bahkan kata Gusti dirinya dilarang memegang handphone oleh para pelaku. HP miliknya direbut disita oleh oknum ajudan berinisial R.

“Saya mulai menerima pukulan dari kalangan suporter terus dia sendiri mencekoki saya dengan minuman keras.

“Bahkan oknum pejabat itu untuk ketiga kali mencekoki saya dengan air kencing. Dia juga melakukan pemukulan dan penyikutan di kepala,” bebernya.

Bahkan Gusti mnengaku mendapatkan kekerasan pada bagian kemaluan.

“Kemaluan saya juga ditendang juga oleh oknum lainnya. Bahkan oknum tersebut juga melakukan pengancaman. Ada sekitar 4-5 orang yang memukuli saya saat itu,” jelasnya.

Penganiayaan diterimanya dari malam hari sampai pagi. Ia baru sadarkan diri dan bisa pulang karena dijemput saudaranya.

Ia diselamatkan ke salah satu kantor dinas. Dan baru pulang ke rumah pukul 18:00 WIB, Minggu malam 18 September 2022.

“Saya dianggap provokasi, dan meng up soal jabatan kosong, dan sorotan saya lainnya mengenai launching Persika,” ujar Gusti.

Menurutnya, pelaku diduga tidak hanya oknum pejabat itu saja, namun ada oknum ajudan yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) Karawang.

Selain itu dirinya juga mengaku diancam untuk tidak membuat laporan polisi.

“Saudara saya diancam akan diberhentikan dan ada ancaman pembunuhan dengan mengatakan nanti anak saya jadi anak yatim. Dan disitu setahu saya ada sekitar 4-5 orang oknum PNS, dan saya mengenalinya,” katanya.

Dijelaskan Gusti, penganiayaan yang diterimanya terpisah dengan Zaenal yang juga merupakan seorang jurnalis.

Sambil menjemput Zaenal kerumahnya pun, saya masih dianiaya di dalam mobil. Dan Zaenal dijemput paksa itu, pukul 04:00 dini hari.

Ditempat yang sama Chandra Irawan selaku kuasa hukum korban meminta pihak kepolisian segera mengungkap kasus dugaan pemukulan dan penganiayaan terhadap wartawan.

“Tim kuasa hukum akan mengupayakan permohonan perlindungan saksi dan korban. Selain perlunya rehabilitasi atas psykologis korban,” kata Chandra Irawan.

(RedBN))

Agus Suhendar

Agus Suhendar

About Author

Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya. Pada tahun 2017 Agus Suhendar memutuskan untuk mendirikan perusahaan medianya sendiri. Agus kemudian mendirikan situs web portal Balance News. Hingga tahun 2018, PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Berita Serupa

Ajang Bisnis Program BNPT
Bantuan Sosial Berita

Program BPNT Oleh Bulog Di Jadikan Ajang Bisnis

Balance News | Bandung – Ajang Bisnis Program BNPT sepertinya sudah bukan menjadi rahasia umum lagi di duga, adanya pemasok
pembuatan folder air
Berita Sosial

Pembuatan Folder Air di Wilayah Bojongsoang Menuai Pro dan Kontra

Balance News | Kab Bandung – Proyek pembuatan Folder Air yang berada di wilayah leuwi bandung Desa Citeureup Kec Bojongsoang