Balance News | Kabupaten Bandung – Tempat Pembangunan Teknologi Recycling (TPS-3R) sampah Reduce,Reusadalah sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang lebih efektif dan efesien.
Hasil pengolahan sampah organik berupa kompos di gunakan untuk pupuk tanaman hias dan herbal yang di tanam sekitar TPS untuk dijual. Selain itu untuk meningkatkan kualitas hasil pengomposan akan di terapkan teknologi kompos cacing (kascing). Hasil pengolahan tanki biodigester berupa gas akan di gunakan untuk suplai energi di warga sekitar TPS 3R.
Pembangunan Di Duga Mangkrak
Pembangunan TPS-3R sendiri harus benar-benar di kerjakan sesuai dengan prosedur dan harus di dampingi tim ahlinya. Namun demikian pembangun TPS-3R yang berada di Jl.Sukapura-Mengger Rt.05/02 Desa Sukapura Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung dan memakai anggaran sebesar Rp. 664.000.000.00,- di duga dalam pembangunan memakai bahan material tidak sesuai dengan spek.
Sabtu, (19/11/22) Hal itu terbukti dari bangunan yang sudah selesai 100% terlihat ada tembok yang retak padahal menurut keterangan. Asep selaku pengawas pengerjaan TPS-3R mengatakan. ” pengerjaan di mulai dari bulan Agustus sampai Oktober 2022 dengan anggaran sekian itu sudah incloud dengan peralatan, operasional ktt 3 bulan dll. Namun ada pengalihan anggaran karena ada perubahan bengunan sesuai intruksi dari dinas terkait”.

Lanjut Asep mengatakan “pada tanggal 3 November ada kementerian dan memberitahukan. Bahwa ada penambahan pembangunan seperti yang di lihat kita masih mengerjakan pembangunan yang awalnya. 140 m2 namun pemberitahuan dari Lingkungan Hidup (LH) menjadi 200 M2 penambahan bangunan lagi 60 M2. Maka dari anggaran tersebut ada yang di kurangi karena ada penambahan bangunan yang sedang di kerjakan. Dalam hal ini memang kami merasa di rugikan apalagi berbicara penalty tetapi pihak dinas sudah melakukan Adendum ” Pungkas Asep.
Menanggapi pernyataan Asep selaku pengawas sekaligus anggota ksm. Media WaspiraNews lanjut menemui Mulyana Selaku Ketua Ksm Desa Sukapura yang tidak jauh dari lokasi pembangunan. Mulyana membeberkan ” Benar bahwa dilokasi tersebut sedang ada penambahan pembangunan karena ada miskomunikasi dari dinas terkait. yang awalnya sudah selesai 100% tinggal membeli peralatan dan kebutuhan yang lain, tetapi pada tanggal 3 November 2022 pihak dari Kementerian.
Di Duga tidak Sesuai Dengan Spek
Bangunan untuk TPS-3R harus 200 M2 makanya kami kerjakan kembali penambahan bangunan, sedangkan di Rencana Anggaran Bangunan (RAB) anggran Rp. 664.000.000.00 itu harus selesai. Hingga dengan peralatan dan perabotan, saya sering berkomunikasi dengan Teknik Pengawas Lapangan (TPL) selain saya untuk pembelanjaan semua di serahkan kepada bendahara Yenie Rochilah.

Tambah Mulyana menjelaskan ” Iya mau tidak mau kami harus mengurangi beberapa peralatan yang akan di belanjakan. Seperti cator yang tadinya di RAB itu 2 sekarang menjadi 1. Namanya juga manusia pasti ada kesalahan seperti yang kami alami sekarang yang awalnya sudah A sekarang menjadi B. Kami juga selaku Ksm harus menghormati keputusan tersebut dari dinas terkait yang membuat kami menjadi was-was bagi saya selaku Ketua Ksm. Bagaimana nanti saya menghadapi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ujar Mulyana.
Selain itu media WaspiraNews sempat menanyakan terkait papan informasi yang terpampang di lokasi tersebut. Papan informasi tidak tercantum berapa lama pengerjaan tersebut dan bagaimana bunyi yang di tuangkan tentang penambahan pembangunan. Mulyana pun mengatakan bahwa untuk papan informasi dia sudah berkoordinasi dengan orang dinas terkait bahwa untuk papan informasi tidak perlu di tuangkan berapa lamanya dan untuk penambahan bangunan tidak usah memakai papan informasi lagi.
Bukan hanya itu Mulyana sempat mengeluhkan akan dirinya sebagai Ketua dari Ksm dan dia bercerita bahwa dia juga sebelumnya ingin mengundurkan diri di karnakan Mulyana sebagai ASN dan menjadi guru di salah satu Sekolah Negeri Bojongsoang tetapi dirinya sudah terlanjur di berikan Surat Kuasa (SK) dari dinas sebagai Ketua Ksm.
(Tim-RedBN)






