BalanceNews.id, Kab Bandung – Kebutuhan ketersediaan air saat ini seringkali menjadi salah satu sumber masalah bagi masyarakat hampir di seluruh Kabupaten Bandung.
Dengan Pelaksanaan Proyek Sistem Penyediaan Air Minum lewat Pengeboran Sumur Dangkal kedalaman 50-80 meter di realisasi oleh Dinas Terkait yakni Dinas PUTR Kabupaten Bandung
Salah satunya proyek pekerjaan pembangunan jaringan air bersih sistem sumuran yang berada di wilayah Desa Ciheulang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung.
Salah satunya yang di bangun diatas tanah hibah dari warga Desa Ciheulang yakni Di RW 05, RW 11 dan RW 14 . Pembangunan yang dilaksanakan oleh CV atau PT yang tidak diketahui asal usulnya dari mana serta menuai pertanyaan sejumlah pihak,
Menurut salah satu warga Desa Ciheulang, proyek yang dikerjakan oleh pemborong pihak 3 ini, dalam waktu kurang lebih satu bulan masih belum bisa digunakan dan dinikmati khususnya warga Desa Ciheulang.
Sementara itu hasil pantauan awak media di lapangan. Tidak disertai papan proyek, bahkan menuai masalah dan dipertanyakan oleh warga dan ormas.
Pekerjaan proyek berdasarkan No.14 Tahun 2008, tentang keterbukaan informasi publik papan proyek merupakan satu paket dengan identitas proyek, di dicantumkan dalam RAB , selain papan proyek juga ada direksi kit.
Menurut kepala Desa Ciheula Rubi ketika di konfirmasi media terkait proyek SPAM Di Desa Ciheulang pada hari Rabu 28/9/2022 mengatakan ” proyek SPAM di desa Ciheula ada 3 Titik namun tidak tahu pelaksananya dari mana dan siapa karena ke desa pun tidak adanya pemberitahuan secara tertulis tidak ada,” katanya
Terkait hal itu diduga minimnya pengawasan dari pihak dinas terkait, hingga pelaksana proyek tanpa memasang papan nama informasi proyek sebagai keterbukaan informasi publik (KIP), hal ini menjadikan persepsi kurang baik bagi masyarakat dah di anggap proyek siluman.
Sampai berita ini ditayangkan kami belum bisa konfirmasi kepada pihak pemborong, dan dinas terkait informasi di lapangan pemborong nya pa Heri.
Sebelum berita ini naik keredaksi dari pihak Pelaksana Heri belum adanya tanggapan terkait pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tersebut.
(Pewarta: Abeng/RedBN)


