BANDUNG, BALANCE NEWS – Pembangunan Jembatan Citiis yang menghubungkan Desa Mekarjaya dan Desa Baros di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, mendadak jadi sorotan warga sekitar. Proyek yang baru berjalan sekitar satu minggu tersebut diduga menyimpan sejumlah persoalan teknis maupun administrasi di lapangan.
Berdasarkan pantauan tim media pada Sabtu (1/8/2026), di lokasi pembangunan tidak ditemukan adanya kantor atau pos Direksi Kit. Padahal, sarana tersebut berfungsi penting sebagai pusat koordinasi strategis dan pengawasan operasional pekerjaan fisik di lapangan.
Tak hanya itu, keberadaan pengawas lapangan bernama Gugun juga sulit ditemui saat awak media mencoba melakukan konfirmasi terkait pelaksanaan proyek tersebut.
Dikeluhkan Warga dan Diduga Tak Sesuai Spec
Sejumlah warga setempat mengaku prihatin dengan pelaksanaan proyek infrastruktur ini. H (50), salah seorang warga sekitar yang terdampak pembangunan, menyampaikan keluhannya terkait kualitas material dan galian tanah yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta gambar rencana.
Dari hasil pengamatan di lokasi, batu pondasi serta kedalaman galian diduga menyimpang dari spesifikasi teknis. Selain itu, semen yang digunakan merupakan merek Rajawali, yang secara kisaran harga berada di bawah standar semen yang kerap digunakan pada proyek sejenis, seperti Tiga Roda.
Pengabaian Standard K3 dan Lemahnya Pengawasan
Persoalan lain yang mencolok adalah terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kendati spanduk imbauan K3 terpasang di area pengerjaan, sebanyak 17 pekerja yang terlibat di lapangan tampak mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) standar, seperti helm, rompi, sepatu safety, dan sarung tangan.
Kondisi ini memicu kritik terkait lemahnya fungsi kontrol dan pengawasan independen dari pihak kontraktor, konsultan pengawas, maupun dinas terkait.
Hingga berita ini diturunkan, proyek jembatan sepanjang 12 meter dan lebar 5,5 meter yang menggunakan konstruksi besi abutment WF serta satu unit alat berat excavator tersebut masih terus berjalan di tengah sorotan publik.
Pewarta : A Abeng-RedBN




