Balance News || Kab Bandung, Jalan Adipati Agung Baleendah Dipadati Pemburu Ta’jil dan Pedagang, Suasana Ramadan Semakin Meriah
Baleendah, 4 Maret 2026 – Hari ini, Rabu 4 Maret 2026 yang bertepatan dengan hari ke-14 bulan suci Ramadan 1447 H, sepanjang Jalan Adipati Agung, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, kembali menjadi pusat keramaian warga yang berburu ta’jil dan masyarakat yang berjualan untuk mencari rezeki.
Sejak pukul 16.00 WIB
Deretan lapak pedagang mulai diserbu pembeli. Aroma gorengan yang gurih, manisnya kuah kolak, hingga segarnya es buah dan aneka minuman menyebar ke sepanjang jalan, menarik perhatian warga yang datang dari berbagai penjuru. Arus kendaraan melambat karena banyaknya pejalan kaki yang silih berganti menawar dan membeli aneka hidangan pembuka puasa.
Salah satu warga, Hedi H. (48), mengatakan bahwa ia sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan ta’jil favoritnya. “Kalau datang mepet Magrib biasanya sudah habis. Jadi sekarang sengaja datang jam lima kurang,” ujarnya. Hal senada disampaikan Neneng (42), warga setempat yang datang bersama anaknya. Ia mengatakan suasana warung ta’jil di Jalan Adipati Agung menjadi bagian dari tradisi tahunan yang selalu dinantikan oleh keluarganya.
Bagi para pedagang
Momen Ramadan ini menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan pendapatan. Banyak dari mereka yang merupakan pedagang musiman yang hanya berjualan di bulan suci ini. “Alhamdulillah, dagangan saya laris manis setiap hari. Pembeli ramai terus menjelang buka puasa,” ujar salah satu pedagang, Ade, yang sehari-hari berjualan bubur ayam namun beralih menjual gorengan di bulan Ramadan.
Suasana ramah dan akrab terasa di sepanjang jalan. Warga saling bertegur sapa, sementara pedagang dengan ramah melayani pembeli. Kehadiran pemburu ta’jil dan pedagang di Jalan Adipati Agung tidak hanya menciptakan suasana Ramadan yang meriah, tetapi juga menjadi bukti kebersamaan dan solidaritas antarwarga.
Dengan waktu berbuka puasa yang semakin dekat, keramaian di Jalan Adipati Agung semakin meningkat. Warga berharap tradisi ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari kenangan indah bulan suci Ramadan setiap tahunnya.
Pewarta : A Abeng, (RedBN)





