
BALANCE NEWS || KAB. BANDUNG – Kondisi Sarana Air Bersih (SAB) di Desa Mekarjaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, kini menjadi sorotan tajam.
Program yang seharusnya menjadi solusi kebutuhan dasar masyarakat tersebut terbengkalai dan dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.
Berdasarkan pantauan lapangan pada Selasa (21/04/2026), keresahan warga memuncak saat sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus RT 02 berkumpul di kediaman Kepala Desa Pasirmulya.
Dalam pertemuan tersebut, warga mengungkapkan kegeramannya terhadap pengerjaan fisik proyek yang diklaim telah selesai secara administratif, namun secara fungsional belum dapat di nikmati.
Pihak pelaksana proyek atau kontraktor diduga lepas tangan dan tidak lagi terlihat di lokasi sejak pengerjaan di nyatakan berakhir.
“Hingga berita ini di turunkan, kondisi sarana air bersih di Desa Mekarjaya tampak terbengkalai. Berdasarkan keterangan warga, pihak pelaksana proyek seolah lepas tangan sejak pengerjaan fisik selesai secara administratif, meskipun secara fungsi alat tersebut belum dapat dinikmati masyarakat,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Dugaan Lemahnya Pengawasan Disperkimtan
Persoalan ini memicu dugaan kuat adanya kelalaian dalam fungsi pengawasan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung.
Program yang telah berjalan kurang lebih lima tahun tersebut kini hanya menyisakan infrastruktur yang mengeluarkan air keruh berwarna cokelat. Bahkan sering kali tidak mengalir sama sekali.
Warga menyayangkan sikap pihak dinas yang terkesan melakukan pembiaran tanpa adanya kontrol lapangan yang ketat terhadap pihak ketiga. Akibatnya, asas manfaat dari anggaran daerah yang telah dikucurkan menjadi tidak optimal dan cenderung sia-sia.
Desakan Agar Bupati Melakukan Inspeksi Mendadak
Merespons kondisi yang berlarut-larut ini, warga Desa Mekarjaya menaruh harapan besar kepada. Bupati Bandung, Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.I.P., M.Si. Warga mendesak orang nomor satu di Kabupaten Bandung tersebut untuk turun langsung melakukan peninjauan lapangan (cek dan ricek) guna melihat fakta yang terjadi di bawah.
”Kami sangat berharap Bapak Bupati Dadang Supriatna bersedia melihat langsung kondisi di lapangan. Kami butuh solusi nyata karena. Air adalah kebutuhan pokok. Jangan sampai program pemerintah hanya habis di atas kertas administrasi saja, sementara rakyat tidak merasakan manfaatnya,” tegas warga.
Masyarakat kini menanti langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mengevaluasi kinerja Disperkimtan serta meminta pertanggungjawaban pihak pelaksana proyek. Agar sarana air bersih tersebut dapat segera difungsikan sebagaimana mestinya demi kesejahteraan warga.
Tim Redaksi Balance News
Kontributor: Agus




