Berita Bidang Humas Polda Jabar

Aksi Serentak di Jakarta, FPRAI Desak MA Copot Ketua PN Sumedang dan Usut Mafia Tanah

 

BALANCE NEWS || JAKARTA — Aksi Serentak di Jakarta, FPRAI Desak MA Copot Ketua PN Sumedang dan Usut Mafia Tanah

Forum Pemerhati Reforma Agraria Indonesia (FPRAI) menggelar aksi unjuk rasa serentak di dua titik strategis Ibu Kota, yakni di depan Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (29/4/2026).

Aksi tersebut di pimpin langsung oleh Ketua Umum FPRAI, M. Rizky Firmansyah.  ia menyampaikan tuntutan tegas terkait dugaan praktik mafia tanah serta penegakan hukum di sektor agraria, khususnya di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

FPRAI mendesak Mahkamah Agung untuk segera mengambil langkah konkret terhadap Ketua Pengadilan Negeri Sumedang yang diduga terlibat dalam praktik yang mencederai rasa keadilan masyarakat.

FPRAI Desak MA Copot Ketua PN Sumedang dan Usut Mafia Tanah

“Kami akan terus melakukan berbagai aksi di KPK dan MA hingga seluruh oknum mafia tanah, termasuk yang diduga melibatkan H. Dadan serta unsur peradilan seperti KPN, panitera muda, dan hakim, di proses secara hukum,” tegas Rizky di Gedung MA.

“Kami berharap KPK dan Mabes Polri segera menindaklanjuti dugaan praktik mafia tanah ini hingga tuntas.”

“Aksi ini akan terus kami lakukan sampai ada kepastian hukum dan semua pihak yang terlibat di proses sesuai ketentuan yang berlaku.”

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada proses pidana terhadap seluruh oknum mafia tanah, termasuk pihak peradilan yang terlibat,” pungkasnya.

Selain itu, FPRAI juga meminta Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk memberikan instruksi tegas kepada aparat penegak hukum agar bertindak tanpa pandang bulu dalam memberantas mafia tanah.

“Mafia tanah bukan hanya merugikan negara, tetapi juga merampas hak masyarakat kecil. Ini harus di hentikan,” tambahnya.

Aksi Serentak di Jakarta

Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai spanduk tuntutan, di antaranya bertuliskan “Usut Tuntas Rp190 Miliar” dan “Berantas Mafia Tanah”. Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian.

FPRAI menegaskan akan terus mengawal kasus ini dan membuka kemungkinan aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak segera di respons.

Di hari yang sama, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia bersama Front Rakyat Indonesia (FRI) juga menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta.

Aksi yang berlangsung sejak siang hingga sore itu menyoroti dugaan praktik mafia tanah di Kabupaten Sumedang yang di nilai merugikan masyarakat, khususnya dalam proses pembebasan lahan proyek strategis nasional.

Koordinator aksi menyebut kedatangan mereka ke Jakarta merupakan bentuk perjuangan untuk menuntut keadilan bagi masyarakat Sumedang.

“Masih banyak warga yang belum menerima haknya, termasuk terkait ganti rugi pembebasan lahan pembangunan tol,” ujar salah satu orator.

Mahasiswa juga menyoroti dugaan penyimpangan dana ganti rugi lahan sebesar Rp190 miliar yang di sebut belum sepenuhnya di terima oleh pihak yang berhak. Mereka menduga adanya keterlibatan sejumlah pihak, termasuk oknum aparat peradilan.

Dalam tuntutannya, massa mendesak KPK untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut serta meminta Mahkamah Agung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aparat peradilan yang diduga terlibat.

Selain itu, mereka juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan dan menginstruksikan aparat penegak hukum memberantas mafia tanah di Sumedang.

Aksi yang juga di gelar di depan gedung KPK tersebut berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat keamanan.

Massa menutup aksi dengan seruan agar seluruh pihak segera menindaklanjuti tuntutan yang telah di sampaikan.
Kontributor : Devi Alex
Editor : RedBN

Agus Suhendar

Agus Suhendar

About Author

Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya. Pada tahun 2017 Agus Suhendar memutuskan untuk mendirikan perusahaan medianya sendiri. Agus kemudian mendirikan situs web portal Balance News. Hingga tahun 2018, PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Berita Serupa

Ajang Bisnis Program BNPT
Bantuan Sosial Berita

Program BPNT Oleh Bulog Di Jadikan Ajang Bisnis

Balance News | Bandung – Ajang Bisnis Program BNPT sepertinya sudah bukan menjadi rahasia umum lagi di duga, adanya pemasok
pembuatan folder air
Berita Sosial

Pembuatan Folder Air di Wilayah Bojongsoang Menuai Pro dan Kontra

Balance News | Kab Bandung – Proyek pembuatan Folder Air yang berada di wilayah leuwi bandung Desa Citeureup Kec Bojongsoang