BALANCENEWS || Bandung – Pelaksanaan proyek Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SDN Ciwidey 01, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, kini menjadi sorotan publik. Proyek yang dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Ani Huswanah, S.Pd., diduga lemah dalam pengawasan keselamatan kerja serta tertutup terhadap keterbukaan informasi.
Berdasarkan pemantauan awak media di lokasi pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, pelaksanaan pembangunan di lapangan tampak mengabaikan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas konstruksi tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar. Bahkan, terdapat pekerja yang hanya mengenakan sandal jepit di area kerja yang dipenuhi material tajam seperti paku dan reruntuhan bangunan, yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.

Kondisi tersebut amat ironis mengingat spanduk himbauan “SOP Pekerja Tukang Konstruksi” dan slogan “Utamakan K3 / Zero Accident” terpasang jelas di area depan proyek.
Pihak P2SP dan Kepala Sekolah Diduga Menghindar
Saat awak media berupaya mengonfirmasi terkait pelaksanaan teknis proyek senilai Rp1.900.000.000,- (Satu Miliar Sembilan Ratus Juta Rupiah) dari APBN tersebut, tak satu pun panitia P2SP, komite sekolah, maupun Kepala Sekolah Ani Huswanah, S.Pd., berada di lokasi.
Warga sekitar juga mengeluhkan sulitnya menemui pihak penanggung jawab proyek untuk mendapatkan kejelasan terkait dampak pelaksanaan pembangunan.
Guna menjalankan fungsi kontrol sosial sebagaimana di amanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), awak media mencoba meminta keterangan dari pihak sekolah. Namun, seorang guru olahraga yang berada di lokasi enggan memberikan penjelasan terkait skema Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sementara-yang di kabarkan di alihkan ke SDN Ciwidey 04-maupun mengenai struktur kepanitiaan proyek.
”Saya tidak tahu menahu masalah itu. Masalah Komite Sekolah, P2SP, dan Kepala Sekolah itu bukan urusan saya,” ujar guru tersebut secara singkat saat di temui di lokasi.
Sikap tertutup dari pihak sekolah dan panitia pembangunan ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan insan pers.
Hingga berita ini di turunkan, Kepala Sekolah SDN Ciwidey 01 maupun Ketua P2SP belum memberikan rilis resmi atau konfirmasi balasan terkait sorotan keselamatan kerja dan kejelasan operasional kegiatan belajar mengajar peserta didik.
Pewarta : A Abeng/Red-BLCN





