
BOJONGSOANG, BALANCENEWS – Penyaluran Bantuan Pangan Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog resmi dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, pada Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rajiv, S.I.P., bersama dengan Kepala Desa Lengkong H. Agus Salam Rahmat, S.Pd., perwakilan Kecamatan Bojongsoang Yusron, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jabar Yuliani Alzam beserta jajarannya, serta ratusan warga penerima manfaat.
Rincian Penyaluran Bantuan Pangan
Penyaluran bantuan pangan ini merupakan alokasi untuk periode tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026. Adapun bentuk dan rincian bantuan yang disalurkan meliputi:
Komoditas: Beras medium kualitas baik sebanyak 10 kg per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya (total 30 kg per KPM untuk alokasi 3 bulan).
Sasaran Penerima: Sebanyak 831 KPM di wilayah Desa Lengkong.
Fungsi Pengawasan dan Pesan Kemanusiaan Dalam kesempatan tersebut, Rajiv hadir untuk menjalankan fungsi pengawasan legislatif terhadap program strategis nasional. Ia berpesan agar penyaluran bantuan ini tepat sasaran dan secara nyata dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang.
”Kehadiran kami di sini adalah bagian dari fungsi pengawasan agar bantuan pangan dari Bapanas dan Bulog ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, serta dapat meringankan beban ekonomi warga Desa Lengkong,” ujar Rajiv dalam wawancaranya.
Evaluasi Krusial Terkait Data Desil dan Dampaknya pada Pendidikan
Kepala Desa Lengkong, H. Agus Salam Rahmat, S.Pd., menyampaikan pidato yang menyoroti persoalan mendesak terkait pendataan Desil kesejahteraan sosial. Menurutnya, pemutakhiran data Desil harus segera dievaluasi secara komprehensif karena dampaknya tidak hanya dirasakan pada penyaluran bantuan pangan semata, melainkan berimbas luas pada sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Beliau mengungkapkan contoh nyata dari program bimbingan belajar gratis bagi anak-anak lulusan SMA sederajat di Desa Lengkong. Dari 90 anak yang mengikuti program, sebanyak 40 anak berhasil lulus seleksi perguruan tinggi-dengan rincian 20 orang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 20 orang di Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Kendati demikian, kenaikan kategori Desil pada sejumlah keluarga membuat anak-anak tersebut menghadapi kendala finansial serius, sehingga sebagian terancam tidak dapat melanjutkan perkuliahan, termasuk mereka yang sebelumnya berhak memperoleh beasiswa pendidikan.
”Kami mohon kepada pihak berwenang untuk segera mengevaluasi persoalan kenaikan Desil ini. Banyak anak-anak kami yang berprestasi dan lolos kuliah, namun terhambat pendidikannya akibat perubahan status Desil yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” tegas H. Agus Salam Rahmat di hadapan para warga dan tamu undangan.
Komitmen Bulog dalam Mendukung Kesejahteraan Warga
Sementara itu, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jabar, Yuliani Alzam, beserta jajarannya menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara di GOR Desa Lengkong. Pihaknya berharap bantuan pangan berupa beras medium ini dapat memberikan manfaat langsung serta meringankan beban finansial harian masyarakat di tengah dinamika kebutuhan pokok saat ini.
Peawrta : Agus/Abeng-RedBLCN





