BalanceNews | Bandung. Guna menumbuhkan rasa cinta tanah air terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, segenap Personel Militer dan PNS Pusdikku Ditkuad melaksanakan Upacara Bendera 17-an pada Bulan Januari 2023 bertempat di lapangan Kuwera Pusdikku Ditkuad. Selasa (17/1/2023)


Dalam amanat Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. yang di bacakan oleh Irup bahwa bapak Panglima. TNI memberikan penekanan berupa perintah harian kepada seluruh Perwira, Bintara, Tamtama, dan Pegawai Negeri Sipil TNI sebagai pedoman dalam berdinas. Dan bertugas sehari-hari sebagai berikut.
TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M.
Pertama, pengabdian kalian kepada NKRI harus tulus ikhlas di landasi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Serta harus teguh berpedoman pada Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI.
Kedua tingkatkan kualitas sumber daya prajurit agar menjadi prajurit yang profesional, tangguh, bermoral, berdedikasi, dan mempunyai loyalitas tinggi serta bermental. Sapta Marga Ketiga, pertajam naluri tempur dan kemampuan dalam pelaksanaan tugas operasi gabungan. Perkokoh soliditas antar satuan TNI dan perkuat pula sinergisitas TNI dengan Polri serta dengan elemen pemerintah dan lembaga lainnya.
Keempat, TNI harus menjadi pengayom dan membantu kesulitan rakyat guna memberikan rasa aman dan nyaman dari segala bentuk ancaman. Kehadiran setiap prajurit TNI harus membawa manfaat bagi masyarakat sekitarnya.
Kelima, wujudkan reformasi birokrasi di lingkungan dan kultur organisasi TNI agar TNI menjadi instansi yang bersih. Bebas korupsi dan semakin dicintai rakyat.
Keenam, tanamkan nilai-nilai keprajuritan serta junjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI Dan jaga selalu netralitas TNI. Para panglima, Komandan, dan Kasatker bertanggung jawab dalam pembinaan dan berikan tauladan yang baik.
Ketujuh, stop aksi arogansi prajurit TNI, kalian harus tegas namun tetap harus humanis dan di segani. Dengan pendekatan humanis maka kalian akan bisa merebut simpati rakyat dan mendapatkan tempat istimewa di hati mereka.
(Penerangan Pusdikku)





