BalanceNews.Id, Kabupaten Bandung- Pembangunan Fasilitas Kesehatan Puskesmas Rancamanyar yang terletak di Tanah Carik Desa Bojongmalaka Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung menuai masalah.
Baca Juga: Saluran Drainase Depan RSUD AL-IHSAN Di Bongkar Kembali
Hasil investigasi Balancenews, menemukan dilapangan adanya indikasi ketidakberesan proyek Puskesmas T.A 2022 yang di perkirakan menelan biaya mencapai Milyaran Rupiah dan hingga ditengarai korupsi. (Sabtu, 24/9/2022)
Selain itu peletakan papan nama di awal pelaksanaan proyek tersebut, tidak terpampangnya papan nama di tempat bangunan. padahal sudah jelas diatur dalam Pepres No. 70 Tahun 2012 dan Kepres No. 80 Tahun 2003 tentang wajib pemasangan papan proyek di tempat berlangsungnya bangunan. Sebab itu sebagai bentuk transparansi publik dan kepatuhan terhadap UU RI No. 14 tahun 2008 Tentang KIP.
Lanjut media BalanceNews melakukan konfirmasi kepada Kades Dedi Dermawan, bahwa memang dirinya mengiyakan bahwa di Desa Bojongmalaka ada pembangunan Puskesmas. Tetapi itu pembangunan Puskesmas Rancamanyar yang memang kebetulan berada di daerah carik Desa Bojongmalaka.
Sebelum Puskesmas itu di bangun, memang sebelumnya ada Musdes dulu dengan Dinas Kesehatan, BPD, LPMD, RW dan juga para tokoh. Karena memang Puskesmas yang ada di Rancamanyar sudah tidak layak, sempit. Jadi dialokasikan ke Desa Bojongmalaka.
Dalam proyek ini Kades dan masyarakat selalu mewanti-wanti pada pihak pelaksana agar dipasang papan proyek, tetapi hingga saat ini tidak dipasang juga iya semacam dihiraukan.
Pihak pelaksana (CV) dari Soreang yang dipimpin oleh Rudi, pada saat akan dilaksanakannya pembangunan Puskesmas tersebut ada datang ke Desa untuk meminta ijin. Sebagai Kepala Desa, iya pastinya mengijinkan. Apalagi jika itu untuk kepentingan masyarakat luas.
Banyaknya pengangguran di Desa Bojongmalaka, Kades yang iba akan masyarakat nya, menitipkan pada pihak pelaksana/pemborong untuk memperdayakan tenaga lokal. Itupun tidak ada embel-embel ” Janji akan memberikan sekian untuk Kades, itu gak ada”. Tandas Kades
Adapun kompensasi dalam pengurugan dari pelaksana untuk lahan kebunnya dilewati mobil-mobil, diberikan Rp.18 juta. Itupun diserahkan kepada RW dan dibagikan langsung.
Apalagi jika 1 Minggu sekali, pimpinan, pelaksana, konsultan, mengadakan evaluasi. Tetapi mengapa hal sekecil itu bisa terlupakan, tidak memasang papan informasi.
Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi sehingga seluruh lapisan masyarakat, baik LSM, Media Massa dapat ikut serta dalam proses pengawasan.
Sementara itu, tidak adanya papan proyek di lokasi pekerjaan memunculkan berbagai pertanyaan, anggaran berapa dan darimana .Nah persoalan seperti ini dampak dari tidak transparansi. Kalau terpasang papan proyek dan disebutkan sumber dananya kan tidak akan menimbulkan prasangka.
Benar saja, dengan adanya proyek tersebut yang tidak memasang papan informasi, yang menimbulkan keresahan. Sewaktu Kades Dedi pulang dari HARDA, selang beberapa jam ketua pelaksana menghubungi Kades, kalau bedeng ada yang hancurin. Dan Kades pun tanya balik pada pelaksana, apakah untuk keamanan disana sudah ditunjuk belum??.
Bukannya apa-apa, dengan proyek yang menelan nilai fantastis itu bahaya jika tidak tidak dijaga dengan pengamanan. Contohnya kan kejadian banyaknya Ormas yang datang ke lokasi pembangunan.
Harapan Kades Dedi, dengan adanya Puskesmas tersebut bisa segera terbangun, segera masyarakat menikmati. Karena suatu kehormatan, adanya Puskesmas Deket di Desa Bojongmalaka. Karena kan tadinya jauh harus ke Rancamanyar.
Setelah beberapa hari media BalanceNews tidak bisa menemui pihak pelaksana atau mandor, dan hari ini (Senin, 26/9/2022) Menurut Agus yang mengaku sebagai pelaksana pembangunan Puskesmas tersebut, saat dikonfirmasi mengatakan kontraktornya yang mengerjakan ini yaitu CV. Indra Nugraha. Pembangunan Puskesmas ini kurang lebih luas tanah sepanjang 1400 meter² ini. Seharusnya pekerjaan dimulai dari tanggal 29 September, jika dilihat dari kontrak.
Adanya pengurugan, membuat pekerjaan dilaksanakan mundur dari tanggal seharusnya. Karena pengurugan kan memakan waktu yang lumayan lama, dari mengurus izin wilayah hingga pembuatan pemagaran.
Pembangunan Puskesmas ini, kita memiliki 18 orang pekerja. Separonya atau 10 orang dari pekerja tersebut yaitu orang-orang terdekat Desa Bojongmalaka, karena kan untuk memperdayakan masyarakat daerah juga. Ucap Agus
Ketika ditanya pemasangan papan proyek, Agus menjelaskan papan proyek dari awal pun sudah ada. Kenapa belum dipampang didepan?? iya kan tadinya itu pengerjaan pengurugan dan pemagaran belum beres. Jadi sebaiknya disimpan dulu disini.
Seolah mengelak, Agus dengan tegasnya menjawab bahwa papan proyek itu sudah ada dari awal pun karena kan untuk pemberitahuan juga kepada masyarakat, wartawan dan instansi terkait.
Tetapi mengapa, setelah dilihat isi papan proyek tersebut, tidak sesuai dengan semestinya. Karena tidak tercantumnya lama pengerjaan, takutnya nanti menjadi sebuah pertanyaan bagi masyarakat sekitar.
Setelah berita ini naik ke Redaksi, pihak humas belum adanya tanggapan terkait pembangunan puskesmas tersebut.
(Pewarta: Abeng/RedBN)


