
Balance News | Kab Bandung — Di Soal Warga dengan Robohnya TPT Desa Sukaresmi dari dampak spesifikasi kontruksi sebagian bahannya di duga di tilep oknum pelaksana dan hasilnya tidak sesuai RAB di sinyalir proyek asal asalan.
Kejadian ini menimbulkan suatu pertanyaan besar terkait kualitas pembangunan tidak sesuai spesifikasi yang di bangunkan pekerja untuk TPT tersebut.
Menurut salah satu sumber, penyebab robohnya tembok penahan tanah tersebut salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya mengkritik terkait kualitas material yang kurang memenuhi standar kelayakan kontruksi.
Walaupun pembangunan belum lama di selesaikan, namun tembok penahan tanah tersebut tidak mampu bertahan lama, akibat menahan beban sehingga terjadi longsor.
Menurut Informasi dari masyarakat setempat bahwa pembangunan tersebut di danai dari dana desa tahun 2023,dengan total dana mencapai Rp 77.000.000,00,- Hingga saat ini, sayang dari pihak pemerintah Desa Sukaresmi belum ada yang memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini pada hari sabtu tgl 4/05/24
Di soal publik untuk spesifikasi pembangunan tembok penahan tanah ini menjadi sorotan utama warga setempat. Adanya keterangan warga lain terkait TPT
Pasalnya proyek pengerjaan TPT tersebut memakai batu belah berukuran kecil (batu skrup) jelas saja hal ini menyalahi aturan karena berdampak pada kwalitas dari bangunan yang tidak akan tahan lama dan batu pengerasan nya juga memakai di muka TPT saja dan pantas saja baru beberapa bulan sudah roboh. Ujarnya
Salah satu warga yang peduli terhadap kemajuan desa
Warga sekitar yang enggan di sebutkan namanya memberikan komentar di sampaikan kepada awak media “saya sebagai warga melihat pembangunan seperti ini sangat miris dan terkesan asal asalan karena bahan material batu yang di gunakan berukuran kecil kuat dugaan seperti nya pembangunan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi”.Ujarnya warga.
Mendapat informasi tersebut tim awak media meninjau langsung ke lokasi bangunan untuk memastikan dan ternyata “memang benar batu batu yang sudah roboh kebawah batu yang terlihat ukurannya sangat kecil
Tembok Penahan Tanah (TPT) yang artinya bahan material itu harus menggunakan batu belah ukuran harus sesuai pemasangan pondasi bukan batu kecil
Dalam hal ini
Adanya informasi dan edukasi di harapkan semua pihak terkait dengan kejadian ini. Semoga bisa mengevaluasi untuk kemajuan masyarakat Desa Sukaresmi.
Untuk itu terkait keamanan dan kenyamanan warga maupun pihak terkait Pemdes dengan kejadian ini. Di jadikan bahan untuk Evaluasi kedepannya.
Sementara berita ini terbit pihak kepala Desa Sukaresmi sebagai KPA belum bisa di temui untuk di mintai keterangan terkait TPT roboh.
Pewarta : Budiana





