Bantuan Sosial Berita

‘’BPNT Menjadi BPST’’ Informasi Adanya Penggiringan KPM Ke E-warong Kepala Desa Ciapus Banjaran Geram

BALANCENEWS,  Bandung — Percepatan pencairan bantuan pangan terus dilakukan oleh pemerintah melalui Kemensos. Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) diawal Tahun 2022 ini berubah menjadi Bantuan Pangan Secara Tunai.

Pencairan dana ini sudah dilakukan serentak mulai Minggu, 20 Februari 2022. Tahap pertama dilakukan untuk tiga bulan sekaligus, yakni Januari, Februari, dan Maret sehingga yang diterima KPM uang sejumlah Rp 600 ribu.

Kamis (4/3) transaksi pembelian komoditi di tempat E-Warong milik Cecep.

Lagi – lagi Penyaluran secara tunai Program BPNT di Desa Ciapus Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menimbulkan masalah baru dengan banyaknya KPM Tahap 1 jumlah 262 dan Tahap 2 285 KPM.

Baca Juga: Polemik Kab Bandung Penyaluran BPNT Ditunaikan Diduga BumDes Dan E-warong ikut Bermain

Pasalnya, sejumlah KPM di desa Ciapus mengaku, setelah mencairkan bantuan tunai tersebut melalui kantor Pos tetapi uang tersebut malah disuruh dibelanjakan – digiring oleh kepala desa Ciapus kepada agen yang sudah ditentukan.

Merekapun katanya, digiring untuk mendapatkan sembako yang sudah dipaketkan di tempat yang sudah dikondisikan. Oleh Kepala Desa yang secara tidak langsung terkait komoditi masih saja diarahkan  ke e-warong Gunawan milik pak Cecep.

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Media dari berbagai sumber, bahwa adanya beberapa KPM yang mengaku cuman mendapatkan dua bulan saja tetapi memang menurutnya tidak ada potongan. Kamis (04/03/2022).

Baca Juga: BPNT Pasca Penyaluran Secara Tunai, Terendus Satu Bulan Dipotong Sama Oknum

Sebelum diarahkan atau giring oleh Kepala Desa, memang dirapatkan dahulu lalu dibawa uang bantuan tersebut dikantor pos dan setelah itu belanja ke agen yang sudah ditentukan. Dengan banyaknya komoditi yang mana KPM memilih langsung di agen tersebut dengan total belanjaan Rp. 594.500.

Komoditi yang diterima KPM antara lain seperti beras ( 3 krg ) 117.000/ karung, daging ayam ( 3 bungkus ) 31.500/ bungkus, kentang (3kg) 15.000/ kg, telur ( 3 kg ) 23.000/kg dan buah anggur ( 1 kantong ) 35.000/ kantong.

E-waroeng di desa Ciapus Banjaran dibagi menjadi dua, salah satunya E-waroeng toko Gunawan dengan pemilik bernama Cecep. Keterkaitan berapa banyak KPM setiap menggesek di agen Gunawan menurutnya tidak menentu berapa banyak KPM disini karena KPM bebas memilih dan bersaing, diselang dalam obrolan Cecep yang tiba-tiba mengarahkan tim media Balancenews untuk konfirmasi kepada Kepala Desa.

Cecep pun mengatakan bahwa nominal yang dibelanjakan bermacam-macam, tidak semuanya sama. namun fakta dilapangan KPM tidak sesuai dengan kata-kata Cecep dan didalam program ini tidak ada kata supplier, ‘’tetapi memakai modal
Sendiri ucapnya’’.

Namun Cecep berkeinginan jika program ini lebih baik dilakukan satu bulan sekali karena dengan nominal yang sekarang menurutnya terlalu kecil.

“Sebagai pengawas GMPK KAB BANDUNG, Junaedi angkat bicara terkait polemik ini, dengan 270 desa Dikabupaten Bandung pastinya akan sama seperti itu Dirinya mengatakan bahwa ini menjurus korupsi meskipun secara pribadi, dan masalah ini harus ditelusuri lebih lanjut, terlepas dari penyaluran BPNT yang tadinya non tunai tetapi sekarang menjadi tunai, tidak menemukan titik temunya karena masih ada korupsi yang menjalar di bantuan sosial ini’’.

Kepala desa Ciapus lewat pesan singkatnya WhatsApp membantah kepada media BalanceNews.id terkait adanya penggiringan KPM dan menjelaskan bahwa dalam program tersebut tidak ada namanya penggiringan kepada KPM, malahan sebelum KPM menerima bantuan KPM diundang dan dikumpulkan didesa bahwa dijelaskan didepan porum. Dan kades pun mewanti – wanti untuk berbelanja bebas ke E-warong manapun yang penting ada bon.

Tambah kades apabila ada yang berbicara terkait penggiringan apalagi oleh kepala desa Ciapus,”silahkan buktikan pada saya” karena setiap dalam rapat selalu dihadiri oleh BPD, Babinsa dan Babinmas.

Terkait penyataan kepala desa Ciapus dalam pesan singkat lewat WhatsApp tidak adanya penggiringan kepada media, Tetapi KPM dan E-warong saat dikonfirmasi kenapa selalu menunjukan ke kepala desa Ciapus, dari permalahan ini.(Abenk)

Agus Suhendar

Agus Suhendar

About Author

Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya. Pada tahun 2017 Agus Suhendar memutuskan untuk mendirikan perusahaan medianya sendiri. Agus kemudian mendirikan situs web portal Balance News. Hingga tahun 2018, PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Berita Serupa

Ajang Bisnis Program BNPT
Bantuan Sosial Berita

Program BPNT Oleh Bulog Di Jadikan Ajang Bisnis

Balance News | Bandung – Ajang Bisnis Program BNPT sepertinya sudah bukan menjadi rahasia umum lagi di duga, adanya pemasok
pembuatan folder air
Berita Sosial

Pembuatan Folder Air di Wilayah Bojongsoang Menuai Pro dan Kontra

Balance News | Kab Bandung – Proyek pembuatan Folder Air yang berada di wilayah leuwi bandung Desa Citeureup Kec Bojongsoang