BalanceNews.id l Kab Bandung – Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan Jelekong Kecamatan Baleendah Kab Bandung, pihak yang mengaku dari pelaksana CV. Restu Awang Jaya temui awak media. Rabu, 5 Oktober 2022.
Berawal adanya berita miring yang berjudul (Proyek SPAM Di Kelurahan Jelekong Bermasalah) Ferry sebagai pelaksana sampaikan hak jawab kepada awak media, ” Bahwa papan proyek udah ada pak dari awal pengerjaan juga”. Tetapi beda dengan yang tertulis dipapan proyek tersebut, yang seharusnya untuk lokasi Kelurahan Jelekong, ketika dilihat malah Desa Jelekong. Terungkap, bahwasanya disini ada kejanggalan. Sedangkan sebelumnya dalam pemberitaan awal tidak terlihat penampakan papan proyek.
Dengan adanya berita alhasil pihak pelaksana baru bisa penampakan papan proyek kegiatan pembangunan SPAM dan jaringan perpipaan dikawasan pedesaan (Kontruksi Sumur Dalam) Uraian sumur dalam. Menara Air 6 meter dan penampung Air 5000 liter , di Desa Jelekong Kecamatan Baleendah dana bersumber APBD Kab Bandung dengan nomor SPK: 027.2/21/SPK/SDL.20/DPUTR/2022 dengan anggaran biaya Rp. 199.878.738.00 waktu pelaksanaan 90 hari kerja pelaksana CV. Restu Awang Jaya.
Kejanggalan terlalu mencolok dengan dipasangnya papan proyek yang dadakan, disisi lain penulisan lokasi pengerjaan pun salah. Dan ketika ditanyakan soal direksi keet, Ferry sebagai pelaksana malah balik nanya kepada awak media.
Kedengarannya sedikit lucu, yang ditanya siapa dan yang jawab siapa?, alih-alih papan proyek sudah dipasang, dan direksi keet udah ada. menanyakan kejelasannya, Ferry seolah menutupi. Dan adapun kata-kata yang diucapnya “Kenapa bapak mesti mempermasalahkan atau mempertanyakan direksi keet,toh Dinas juga tidak mempermasalahkan” jelas Ferry.
Ketika disentil terkait pengadaan manhole, Fery sang pelaksana dengan lurusnya menjawab bahwa adanya arahan pengadaan manhole oleh konsultan dengan harga Rp. 1,5 juta, pasti semua proyek SPAM pengadaan Manhole nya dari konsultan” ungkap ferry yang mengaku pelaksana
Selain itu ketika ditanyai siapa direktur CV Restu Awang Jaya pelaksana Menjawab sedikit kaku menjelaskan kepada awak media bahwa itu masalah CV saya pakai punya orang lain pa orang daerah sini juga kalau ga salah direkturnya kang Yana” Katanya
Dari adanya informasi dan edukasi warga bukannya di evaluasi permasalahan yang ada ini diduga dinas maupun konsultan kongkalikong
Diduga Pihak pelaksana dilapangan sudah tidak profesional lagi dalam melaksanakan proyek SPAM yang bersumber dari APBD Ini, Pihak dinas juga lalai dalam pengawasan intinya telah membodohi warga masyarakat pasalnya Papan proyek saja ngeleneh direksi keet juga di anggap sepele padahal ada dalam RAB.
Beberapa Warga akhirnya angkat bicara menyampaikan keluhan kepada media terkait proyek SPAM mangkrak bermasalah, yang menutur pelaksana karena ada kendala di mata pisau mesin bor, masyarakat berharap yang seharusnya proyek tersebut bisa segera dinikmati dengan adanya SPAM tersebut, tak lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mendapatkan kehidupan yang sehat, bersih, dan produktif.
Sampai berita ini di tayangkan kami belum bisa mengkonfirmasi pihak dinas, padahal kami sudah dua kali ke kantor DPUTR kabupaten Bandung untuk menemui Pa Ade Usman yang katanya sebagai Kasi, juga dari pihak konsultan juga belum bisa kami konfirmasi .
Pewarta: Abeng/RedBN


