Berita Edukasi Kongres Wanita Indonesia

Menilik Heroisme Gerakan Kaum Perempuan Indonesia Dulu Dan Sekarang

Menilik Heroisme Gerakan Kaum Perempuan Indonesia Dulu dan Sekarang

 

Balance News || Banten — Jejak langkah gerakan kaum perempuan Indonesia tercatat pertama pada 22 Desember 1928 setelah mendapat resonansi dari Kongres Pemuda. Pada 28 Oktober 1928 di Jakarta.

Kemudian di anggap sebagai tonggak sejarah pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia yang ingin sejahtera dan berkeadilan yang mengutamakan kecerdasan bangsa. Dan mengatasi masalah anak terlantar dan fakir miskin. Jum’at, 21/062024

Menilik Heroisme Gerakan Kaum Perempuan Indonesia Dulu dan Sekarang

Realitasnya, hampir seabad bangsa Indonesia merdeka, jumlah anak yang tidak berpendidikan dan anak terlantar serta jumlah orang fakir. Dan miskin masih cukup banyak yang hidup di daerah kumuh dan hunian yang tidak latak.

Ikhwal Sumpah Pemuda itu sendiri bermula dari Kongres Pemuda pertama pada 30 April – 2 Mei 1926 di Lapangan Banteng. Jakarta yang merumuskan di antaranya adalah gagasan persatuan bangsa, peran perempuan Indonesia dan peran agama.

Artinya jelas, kesadaran terhadap peranan perempuan Indonesia merupakan bagian yang penting yang tidak bisa di abaikan dalam menggapai tujuan kemerdekaan. Bangsa Indonesia, Lalu mengapa sekarang kesannya jadi melempem.

Dan setelah munculnya organisasi atau perkumpulan kaum perempuan Indonesia yang cukup gigih dan tangguh seperti. Putri Mardika yang lebih heroik bergiat sejak kelahirannya pada tahun 1912 yang bertujuan luhur ingin membimbing perempuan bumi putra meraih pendidikan dan kesejahteraan. Demikian juga dengan, Sekolah Keutamaan Istri yang di dirikan oleh. Dewi Sartika pada tahun 1904 di Bandung.

Lalu kongres perempuan. Indonesia pertama berhasil di laksanakan pada 22-25 Desember 1928 di Pendopo Joyodipuran, Yogyakarta, di ikuti tak kurang 600 delegasi dari berbagai elemen masyarakat. Darin kongres perempuan Indonesia sebelum kemerdekaan ini.

Walaupun pesertanya dominan menggunakan bahasa Belanda dalam kesehariannya, saat kongres berlangsung sudah menggunakan bahasa Melayu, Indonesia.

Adapun tujuannya jelas menetapkan arah pergerakan kaum perempuan untuk kesetaraan dan kesepakatan membentuk federasi bersama organisasi perempuan, yaitu PPI (Perikatan Perempuan Indonesia). Lalu di akhir tahun 1928, PPI diubah menjadi PPII (Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia).

Istri Kapolri pertama Hadidjah Lena Mokoginta Soekanto mendirikan Bhayangkari. Perempuan kelahiran Korabangon, Sulawesi ini adalah putri dari Rijkbestuur atau Yogugu. Ia adalah cucu dari Raja Bolaang Mongondow.

Baru kemudian pada 4 Juni 1950 lahir juga organisasi Gerakan Wanita Indonesia di Semarang yang terkenal dengan sebutan. Gerwani hingga kemudian berafiliasi kepada Partai Komunis Indonesia.

Dari catatan sejarah, hanya dalam tempo tujuh tahun (1957) usia Gerwani mampu memiliki anggota tak kurang dari 650.000. Hingga enam tahun kemudian (1963) anggota Gerwani terregistrasi sebanyak 1,5 juta orang. Dan menjelang meletusnya Gestapu (Gerakan Tigapuluh September/ G30S), jumlah anggota Gerwani mencapai 3 juta lebih anggotanya.

Begitulah sejarah pergerakan perjalanan kaum perempuan Indonesia seperti Gerwani yang bermula dari Garwis (Gerakan Wanita Istri Sedar) yang merupakan fusi dari Rukun Putri Indonesia (Rupindo) dari Semarang, Persatuan Wanita Sedar dari Surabaya, Istri Sedar dari Bandung, Gerwindo dari Kediri, Wanita Madura dari Madura, dan Perjuangan Putri Republik Indonesia dari Pasuruan. Fusi dari enam organisasi perempuan ini berlangsung pada Kongres pada 4 Juni 1950 di Semarang.

Upaya menilik gerakan heroisme organisasi kaum perempuan Indonesia dulu dan kini, seakan seperti jejak yang terputus, entah di mana simpul terbaik untuk melihat ketersambungan nya.

Terakhir yang lamat-lamat terdengar adalah Kowani (Kongres Wanita Indonesia) melakukan kongres ke XXIII pada tahun 2009, Setelah itu. Sungguh terkesan telah di tekan bumi. Yang mulai muncul dan tampil kemudian adalah sejumlah organisasi kaum perempuan yang tumbuh sebelum dan setelah reformasi hingga sekarang yang semakin menciut.

Karena yang dominan tampil sekarang adalah perkumpulan organisasi Enak-emak semi permanen, karena rencana untuk melakukan melaksanakan kongres agar bentuk organisai Aspirasi Emak-emak yang di motori Wati Imhar Burhanudin bersama Jatiningsih dan kawan-kawannya bisa semakin solid.

Permanen dengan program kerja yang lebih terarah hingga legalitas organisai yang berbasis massa dapat menghasilkan nilai lebih bagi orang banyak. Semoga saja hajat Aspirasi Emak-emak Indonesia yang telah bernawaitu hendak melaksanakan kongres bisa segera terwujud, sehingga dapat lebih banyak berkontribusi bagi segenap warga bangsa dan negara Indonesia tercinta.

RedBN

 

Agus Suhendar

Agus Suhendar

About Author

Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya. Pada tahun 2017 Agus Suhendar memutuskan untuk mendirikan perusahaan medianya sendiri. Agus kemudian mendirikan situs web portal Balance News. Hingga tahun 2018, PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Berita Serupa

Ajang Bisnis Program BNPT
Bantuan Sosial Berita

Program BPNT Oleh Bulog Di Jadikan Ajang Bisnis

Balance News | Bandung – Ajang Bisnis Program BNPT sepertinya sudah bukan menjadi rahasia umum lagi di duga, adanya pemasok
pembuatan folder air
Berita Sosial

Pembuatan Folder Air di Wilayah Bojongsoang Menuai Pro dan Kontra

Balance News | Kab Bandung – Proyek pembuatan Folder Air yang berada di wilayah leuwi bandung Desa Citeureup Kec Bojongsoang