Bantuan Sosial Berita Pemerintah Penyimpangan

Bantuan Pangan Beras 10 Kg, KPM Kab. Bandung Di Berikan Beras Berkutu, Bau Dan Berwarna Kuning

Bantuan Pangan Beras 10 Kg, KPM Kab. Bandung Di Berikan Beras Berkutu, Bau Dan Berwarna Kuning

Balance News | Kabupaten Bandung – Bantuan Pangan Beras 10 Kg, Sebagai upaya mengurangi kerawanan pangan, kemiskinan, tengkes, gizi buruk, dan pengendalian inflasi. Pemerintah pusat menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah dalam bentuk bantuan pangan untuk masyarakat Jawa Barat.

Bantuan Pangan Beras 10 Kg
Bantuan Pangan Beras 10 Kg

Bantuan pangan yang di salurkan pemerintah saat ini terdiri atas dua jenis, yaitu bantuan pangan beras dan bantuan pangan. Daging dan telur.

Bantuan Pangan Beras 10 Kg

Bantuan pangan beras di berikan sebagai tambahan bantuan kepada penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 10 kg/bulan selama 3 bulan.

Namun sangat di sayangkan beras bantuan pangan khususnya di Kabupaten Bandung bisa di bilang tidak layak konsumsi karena beras tersebut berwarna kuning, pecah, bau dan berkutu.

Beras Berwarna Kuning Pecah Bau Berkutu

Rabu, (14/06/23) Salah satu desa yang ada di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung melakukan penyaluran beras pangan medium tersebut. Menurut salah seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengatakan “Kalau di lihat dengan kasat mata memang ini beras sangat jelek”. Di lihat dari warnanya juga kuning dan agak sedikit bau.

Lanjut, Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bulan kemarin saja saya memasak beras ini gagal di makan karena tidak seperti beras. Yang ada di warung jadi ketika sudah matang nasi nya lembek dan belum lama nasi nya sudah basi dan bau. Memang ini beras bantuan tetapi tolong kepada pemerintah berikan kami makanan yang layak, ujar KPM.

Keluarga Penerima Manfaat

Bukan hanya itu tanggapan serupa pun terlontar dari perangkat desa yang sedang membagikan beras tersebut, “Jujur kalau saya lihat ini memang tidak layak, tapi harus bagaimana lagi namanya juga bantuan, para KPM harus menerima walaupun keadaan beras seperti ini”, ungkap nya

Selain itu ketika beras yang berlogo Bantuan Pangan yang berlogo Bulog dan saat di buka kemasannya untuk melihat langsung beras tersebut. Warga, perangkat desa dan pihak media tercengang karena keadaan beras yang kuning, bau, pecah dan berkutu.

Terpisah, pernyataan pun terlontar dari masyarakat lain di Kabupaten Bandung tentang beras tersebut ” Beras yang seharusnya di terima KPM itu bagus, putih bersih ini malah di kasih beras yang jelek kusam dan berkutu, ini merupakan ketidak becusan bulog dalam mengelola bantuan pangan bisa di jadikan ajang bancakan dan ajang lahan korupsi oleh oknum tersebut.

Lebih lanjut , seharusnya pemerintah pusat melalui kemensos meninjau kembali penugasan penyaluran bansos yang di monopoli dan di kelola oleh bulog. Kenapa meski bulog padahal akan lebih bermanfaat jika bantuan tersebut di tunaikan biar masyarakat sendiri yang berbelanja. Sesuai dengan kebutuhan masing-masing di warung maupun pasar, Pungkas masyarakat yang enggan di sebutkan namanya.

Dalam hal ini jelas KPM merasa sangat di rugikan walaupun beras tersebut adalah bantuan dari pemerintah, tetapi pemerintah pun harus turun tangan dan mengawasi supaya apa yang di lihat dan di rasakan masyarakat terkait beras tersebut bukan hanya opini tetapi nyata dan fakta seperti itu.

Pernyataan Kadis Sosial Kab. Bandung

Kamis, (15/06/23) Tanggapan muncul dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Indra Respati lewat sambungan WhatsApp”  Banyak bantuan dari. Pusat provinsi dan kabupaten bagi kpm baik tunai maupun nan tunai, pengawasan di lakukan secara berjenjang sesuai kewenangan baik oleh. Pusat maupun oleh daerah”. Ujar Kadis Dinsos Kab.Bandung

Tetapi ketika di perlihatkan kepada Kadis Kabupaten Bandung terkait beras yang jelek dan berkutu Kadis hanya menjawab. “Itu bisa di laporkan melalui desa untuk di tukarkan, Lokasinya di mana supaya tim bisa memeriksanya”.

Bila mendengar pernyataan Kadis Dinsos Kab. Bandung terkait beras jelek dan berkutu, jika ada beras jelek bisa di tukarkan. Di desa sedangkan bantuan tersebut sudah di pas sesuai jumlah kpm yang membutuhkan. Bisa di simpulkan di duga kurangnya sosialisai. Dari pihak Dinsos dan kurangnya juga pengawasan dari pihak Dinsos Kabupaten Bandung

Red/WN-Arent

Agus Suhendar

Agus Suhendar

About Author

Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya. Pada tahun 2017 Agus Suhendar memutuskan untuk mendirikan perusahaan medianya sendiri. Agus kemudian mendirikan situs web portal Balance News. Hingga tahun 2018, PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Berita Serupa

Ajang Bisnis Program BNPT
Bantuan Sosial Berita

Program BPNT Oleh Bulog Di Jadikan Ajang Bisnis

Balance News | Bandung – Ajang Bisnis Program BNPT sepertinya sudah bukan menjadi rahasia umum lagi di duga, adanya pemasok
pembuatan folder air
Berita Sosial

Pembuatan Folder Air di Wilayah Bojongsoang Menuai Pro dan Kontra

Balance News | Kab Bandung – Proyek pembuatan Folder Air yang berada di wilayah leuwi bandung Desa Citeureup Kec Bojongsoang