Balance News || Sumedang — Didasari rasa kepedulian akan arti pentingnya dunia pendidikan di tengah kehidupan masyarakatnya sendiri, Rohana selaku Camat Pamulihan menggelar acara sosialisasi Pendidikan Merdeka belajar di Gedung Phoenix Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang Jawabarat, Rabu, 28/08/24
Camat Pamulihan Curi Start Gebrak Dunia Pendidikan Sumedang
Selain di hadiri seluruh ketua BPD dan Kepala Desa yang ada di Kecamatan Pamulihan, tampak hadir juga dalam acara tersebut beberapa tamu undangan di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Sumedang, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah berikut dari Caraka Budaya Sunda Sdr Endah dan Ahmad Surya
Selain itu hadir juga tamu undangan sekaligus sebagai Narasumber dalam acara tersebut seperti Dr.,Ir.Surahman beserta Budi Yuniarsa SE., M.Si atau yang lebih di kenal oleh warga Sumedang sendiri sebagai Profesor Desa.
Acara yang di mulai pada pukul 13:00 WIB ini di buka langsung oleh Camat Pamulihan dengan mengabil tema, ” Mengusung Spirit Pendidikan Merdeka Belajar di Kecamatan Pamulihan ”
Camat Pamulihan Curi Start Gebrak Dunia Pendidikan Sumedang
Dalam sambutannya Camat mengatakan, “Berbicara masalah pendidikan, kebetulan Kecamatan Pamulihan itu belum punya sekolah untuk Tingkat SMA
Dengan adanya acara hari ini, mudah mudahan apa yang selama ini kita harapkan akan adanya sekolah yang setara dengan SMA di pamulihan bisa terwujud
Budi Yuniarsa selaku Narasumber mengatakan, “Melihat potensi yang begitu besar di Kecamatan Pamulihan untuk membangun konsep Integrated Education System.
Baca Juga : SATUAN RESERSE NARKOBA UNGKAP KASUS SATRES NARKOBA POLRES SUBANG PERIODE BULAN AGUSTU S/D OKTOBER T.A. 2023
Berdasarkan hasil dari analisa saya sendiri, Khusus untuk di pamulihan yang berjumlah 11 Desa yang notabene di setiap Desa itu potensi untuk membuka lahan pertanian, peternakan serta perikanan sudah ada di masing masing Desa.
Maka, hal inilah yang mendorong saya untuk secepatnya membangun Desa Mandiri yang di dukung dengan Sumber daya manusianya yang berkualitas.
Adapun untuk meningkatkan SDM yang berkualitas khusunya untuk anak anak para petani dan peternak yang putus sekolah, di sisi lain mereka itu ingin melanjutkan sekolahnya yang setara dengan SMA sekarang ini saya sudah membuka Sekolah Agra Bisnis yang sama sekali tidak di pungut biaya
Makanya untuk Sekolah Agro Bisnis sendiri saya bagi menjadi 3 klasifikasi sistim pembelajaran.
Yang pertama saya buka kelas untuk siswa atau siswi yang sanggup belajar sekaligus mondok di sekolah.
Yang kedua saya akan buka pembelajaran untuk siswa dan siswi yang bersedia masuk dari jam 08 pagi dan pulang Jam 16 sore
Sementara Yang Ketiga
Saya buka pembelajaran bagi siswa dan siswi secara online, namun untuk satu hari mereka wajib datang kesekolah untuk uji Praktek
Maka dari itu, untuk masalah penilaian kelulusan saya akan berikan nilai lulus kepada siswa kalau memang mereka itu bisa membawa perobahan kearah yang lebih baik untuk usaha orang tuanya
Baca Juga : POLRES SUBANG Gelar Pemusnahan Miras Dalam Rangka Ops Mantap Brata Lodaya 2023
Contoh kecil, Biasanya orang tuanya itu berhasil panen dari satu petak sawah itu 7 kwintal, setelah di bantu oleh anaknya yang sekolah di Agro bisnis, hasil panen nya itu bisa mencapai 9 kwintal, berarti siswa tersebut di nyatakan lulus
Maka dengan ini saya memohon bantuannya kepada semua kepala desa agar segera memberikan data data anak petani atau peternak yang memang putus sekolah tidak sempat bisa melanjutkan ketingkat SMA atau SMK tetapi tetap ingin sekolah
Masih Dalam Kesempatan Tersebut
Kusman selaku Ketua Yayasan Agro Bisnis sempat mengatakan bahwa, “Konsep Sekolah Agrobisnis ini sebenarnya sudah berjalan sejak Tahun 2014 dengan jumlah siswa kurang lebih sampai 200 Siswa semuanya itu Gratis tak di pungut biaya sepeserpun, “Ucapnya.
Namun setahun kemudian jumlah siswa makin lama makin menurun, dari hasil penelitian saya selaku yang punya yayasan ternyata yang menjadi persoalan pada waktu itu setiap siswa rata rata mengeluh terkait akan biaya transportasi.
Maka dengan adanya pak Budi dan Pak Surahman sekarang ini saya akan membuka lagi sekolah Agro Bisnis ini dengan sistim pembelajaran sebagaimana tadi yang telah di sampaikan rekan saya Budi Yuniarsa
“Kami ingin menjadikan Masyarakat Sumedang itu menjadi masyarakat yang kaya dan berbudi pekerti yang tinggi, jangan sampai para pejabatnya saja yang menjadi kaya itu, “Pungkasnya.
Usai acara tersebut, salah satu tokoh masyarakat Desa Mekarbakti Rosadi mengatakan, “Bahwa untuk Desa Mekarbakti sendiri sudah berjalan mengembangkan jenis tanaman kacang Sacha Inchi berikut dengan Pupuk Organik Cair (POC) yang mana di bawah naungan BumDesa Wahana Bakti Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan Sumedang
Saya berharap dengan adanya acara seperti ini pemerintah. Kabupaten Sumedang khususnya Dinas pertanian dan peternakan beserta Dinas Pendidikan lebih signifikan. Dalam memberikan perhatiannya pada kami semua
Yang saya butuh kan sekarang khususnya dari petani tak lain hanyalah Subsidi dari hasil panen, Tutupnya.
Kontributor: SR





