Berita

MAKAN MIE SAJA PARA PEKERJA BANGUNAN REHAB RUANG KELAS SEKOLAH DI KEC RANCABALI

MAKAN MIE SAJA PARA PEKERJA BANGUNAN REHAB RUANG KELAS SEKOLAH DI KEC RANCABALI

Balance News || Kab Bandung — Pencari nafkah adalah suatu kewajiban bagi setiap orang untuk membiayai keluarganya, seperti yang di alami kuli bangunan. Yang bekerja  di SDN Rancabali Kabupaten Bandung.

MAKAN MIE SAJA PARA PEKERJA BANGUNAN REHAB RUANG KELAS SEKOLAH DI KEC RANCABALI

Hal tersebut di alami oleh kuli bangunan yang bekerja di SDN Rancabali untuk perbaikan sekolah, namun niat mencari uang ke daerah orang justru berakhir pilu. Baru beberapa hari bekerja sebagai tukang bangunan, UJ sudah kelaparan di lokasi pekerjaan nya karna uang transpot sudah habis.

Hidup di daerah orang terlunta-lunta tanpa uang, membuat ZP dan rekannya menahan lapar dan hanya bisa makan mie instan tanpa nasi.

Baca Juga : PT Mitra Rajawali Banjaran: Sengsarakan Karyawan Sampai Keluarganya Tidak Bisa Berobat Dan Sekolah  

Ketika awak media Balance News.Id mendatangi sekolah SDN Rancabali guna mempertanyakan pekerjaan perbaikan sekolah, namun di suguhkan dengan keluhan para pekerja yang berasal dari warga Ciparay.

Pekerjaan yang di mulai dari 22 Agustus 2024 itu sebelumnya sudah di janjikan oleh mandor bahwa adanya pekerjaan borongan Rp. 5 juta sampai selesai pekerjaan, memang sebelum pergi kelokasi kami di berikan kasbon Rp. 600.0000 untuk meninggalkan biaya untuk keluarga di rumah Rp. 300.000. Dan sisanya kita pakai untuk transpot dari Ciparay ke Rancabali juga untuk uang makan selama pekerjaan berlangsung.

Sementara menurut ZP, yang lebih parahnya lagi mandor tersebut tidak muncul ketika kita tiba di sini dan hingga sampai saat ini pun belum datang kesini, sampai-sampai kita di buat bingung oleh pelaksana pekerja atau mandor.

Tambah ZP kalau kita ada uang untuk ongkos, mendingan pulang saja ke Ciparay dari pada di sini terlunta-lunta. dan bisa-bisa kelaparan. Mau ngutang ke warung malu pak, kan kita cuman pendatang di sini.

MAKAN MIE SAJA PARA PEKERJA BANGUNAN REHAB RUANG KELAS SEKOLAH DI KEC RANCABALI

Tentunya pekerjaan ini sudah menabrak Undang-Undang KIP, karna tidak terlihat papan informasi terpampang di lokasi.

Baca Juga : Pemerintah Provinsi Jabar Terus Mendorong Pembangunan Sarana Dan Prasarana Sekolah

Selanjutnya awak media pun mengkonfirmasi warga sekitar SDN Rancabali UJ (50) terkait pekerjaan yang sudah tiga hari berjalan itu tidak tau asal usulnya, apalagi besaran anggaran nya kalau terpasang informasi kan jelas iya. Tetapi desas-desus nya pembangunan ini dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.

Padahal transparansi anggaran sudah menjadi keharusan untuk di laksanakan pemerintah dalam menjalankan program kerjanya, tidak terlihatnya papan proyek di lokasi di anggap hal biasa oleh para pelaksana. Padahal setiap pekerjaan pembangunan itu di haruskan.

Dasar hukum mempertegas tentang transparansi pelaksanaan pemasangan plang papan nama proyek yang sumber dananya di biayai dari APBN atau APBD.

Dugaan kuat bahwa proyek pembangunan sekolah SDN Rancabali di pihak ke tigakan dan di jadikan ajang “Bancakan”, karna pelaksana. Yang seolah sengaja menelantarkan para kuli bangunan saja sudah terlihat tidak ada empaty pada mereka.

Dengan tidak adanya pelaksana pekerja, para pekerja pun kebingungan apa yang harus di lakukan terlebih dahulu jika tidak ada mandat dari atasannya. Yang jadi pertanyaan, apakah anggaran tersebut tersendat dari pihak dinas atau memang pelaksana sengaja membawa kabur uang proyek tersebut.

Seharusnya pelaksana pekerja dan dinas terkait bisa mempertanggung jawabkan pekerja yang terlunta-lunta dan pembangunan yang menggantung seperti itu.

“Di mohon untuk APH dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung agar segera menindaklanjuti  pembangunan yang berada di SDN Rancabali. Karna di duga adanya indikasi korupsi oleh pelaksana pekerja”.

RedBN/Lipsus

 

Agus Suhendar

Agus Suhendar

About Author

Agus Suhendar Pendiri & Pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri Agus Suhendar adalah wartawan senior kelahiran 1972 yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Sandy Putra Suhendar Mandiri, perusahaan yang menaungi Balance News serta sejumlah media lainnya. Sebelum mendirikan perusahaan media, Agus Suhendar aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pemerhati kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi. Pengalaman tersebut membentuk perspektif kritis dan komitmen kuat terhadap nilai transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Melalui media-media yang dikelolanya, Agus Suhendar mendorong praktik jurnalisme berimbang, independen, dan investigatif, serta menempatkan pers sebagai pilar kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Ia juga berperan aktif dalam pembinaan jurnalis dan penguatan etika profesi pers. PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya. Pada tahun 2017 Agus Suhendar memutuskan untuk mendirikan perusahaan medianya sendiri. Agus kemudian mendirikan situs web portal Balance News. Hingga tahun 2018, PT. Sandy Putra Suhendar resmi didirikan untuk menaunginya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Berita Serupa

Ajang Bisnis Program BNPT
Bantuan Sosial Berita

Program BPNT Oleh Bulog Di Jadikan Ajang Bisnis

Balance News | Bandung – Ajang Bisnis Program BNPT sepertinya sudah bukan menjadi rahasia umum lagi di duga, adanya pemasok
pembuatan folder air
Berita Sosial

Pembuatan Folder Air di Wilayah Bojongsoang Menuai Pro dan Kontra

Balance News | Kab Bandung – Proyek pembuatan Folder Air yang berada di wilayah leuwi bandung Desa Citeureup Kec Bojongsoang