Balance News | Bandung – Oknum Tata Usaha (TU) sebuah sekolah swasta seperti seorang Debtcolector Pangkas Dana KIP Siswa berdasarkan Pengaduan orang tua murid. Saat pencairan uang Kartu Indonesia Pintar (KIP) di kantor Pos Sayati tepatnya di jalan kopo sayati. Depan Bank BRI cabang Kopo Kabupaten Bandung, Pagi sekitar wib 8:OO orang tua murid salah satu SMP YPPKP Margahayu. Mengadu kepada media terkait adanya pemotongan dana KIP yang di cairkan di kantor pos dan giro cabang Sayati Kabupaten Bandung. Margahayu Senin 9 April 2023.
Oknum Tata Usaha (TU) Sebuah Sekolah Swasta
PIP adalah singkatan dari Program Indonesia Pintar, ini adalah program bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berupa uang tunai. Perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah untuk peserta didik dan mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin.

Dengan dalih harus melunasi tunggakan yang belum terbayarkan di antaranya, Tunggakan daftar ulang, uang seragam, uang SPP yang belum di Lunasi ucap oknum Tu kepada orang tua murid di saat sudah pencairan di hampiri tepatnya depan kantor pos dan giro Cabang Sayati.
Dari Keterangan Narasumber
Lanjut, setelah adanya keterangan dari Narasumber media konfirmasi kelapangan untuk mengecek kebenaran dari keterangan orang tua murid yang sempat. Kami temui dan wawancarai saat pulang kerumahnya, setelah sampai ke tempat yang di maksud oleh Narasumber ternyata sangat mencengangkan. Oknum Tata Usaha (TU) sedang di hampiri beberapa orang tua murid tersebut, untuk membayar sisa tunggakan yang belum terbayarkan. Dengan berbagai macam alasan Bak seorang Penagih Bank Emok di depan kantor Pos dan Giro.
Pihak media menuju sekolah dari keterangan yang kami peroleh dari orang tua murid yaitu sekolah Swasta SMP KP Margahayu. Kami mencoba menghubungi kepala sekolah SMP KP tersebut, tetapi saat kami sampai ke sekolahan tersebut. Kepala sekolah dan Oknum TU tersebut sedang tidak berada di tempat, adanya dari keterangan seorang Guru yang berada saat itu yang berhasil Kami temui.
Media kembali, Rabu (12/4/2023) mendatangi ke sekolah tersebut untuk mendapatkan keterangan perihal pemotongan dana KIP tersebut tetapi hasilnya nihil. Karena TU yang bernama Dian tersebut tidak ada di tempat dengan keterangan Sedang sakit.
Tambah keterangan salah satu guru kurikulum yang bernama Ibu Mira, Tata Usaha (TU) Dian tersebut tidak hadir dari kemaren. Di karenakan sakit
Padahal Senin pagi 8:20 tanggal 10/4/2023
Oknum TU ( Tata Usaha ) tersebut berada di depan. Kantor pos cabang Sayati kab.Bandung
“Kemudian tim media mendatangi pihak ketua yayasan YPPKP Ati SE yang berada di Baleendah kab Bandung untuk mendapatkan keterangan prihal pemotongan pencairan sebesar Rp 300.000.00 KIP (Kartu ko Pintar)
Oleh Oktun staf TU SMP KP Margahayu yang bernama Dian.
Ketua yayasan sangat menyayangkan kejadian tersebut yang bertindak tidak sesuai dengan regulasi yg berlaku dan menjadi bahasan penting di saat rapat Yayasan. Selain itu juga ketua yayasan mengecam keras tindakan yg kurang pantas tersebut , Insyallah akan melakukan koordinasi dengan sekolah agar ke depannya tidak terjadi hal-hal yang tidak di harapkan dan bisa mencoreng dunia pendidikan.
Pewarta: Setiawan





