
BANDUNG, BALANCENEWS.ID – Proyek pelebaran Jalan Baru Sampeu yang berlokasi di Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, mendadak menjadi sorotan publik. Pasalnya, pengerjaan proyek tersebut di nilai tidak transparan dan terkesan seperti “proyek siluman” karena tidak di temukannya papan informasi proyek di sekitar lokasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (19/10/2026), aktivitas pengerjaan proyek pelebaran jalan ini di perkirakan sudah berjalan kurang lebih selama dua minggu. Terlihat sejumlah pekerja sedang melakukan aktivitas penggalian dan pelebaran bahu jalan menggunakan satu unit alat berat jenis ekskavator (beko).
Namun, pengerjaan proyek tersebut di sayangkan karena dilakukan tanpa adanya pengawasan harian di lokasi. Selain itu, para pekerja juga terlihat bekerja tanpa mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai.
Saat awak media kelokasi pekerjaan pada hari Senin, 19/10/2026 tak ada pengawasan dari pihak-pihak terkait. Lalu mendatangi kantor desa untuk menemui kepala desa namun sedang tidak ada di tempat.
Di sekitar area pengerjaan, hanya terpasang spanduk peringatan berwarna kuning yang bertuliskan “HATI – HATI !!! JALAN LICIN ADA PEKERJAAN GALIAN PELEBARAN JALAN ‘TERIMAKASIH'” serta spanduk penanda lainnya.
Menurut informasi yang di himpun, proyek pembangunan dan pelebaran akses jalan ini rencananya di peruntukkan bagi kawasan sekolah rakyat dengan luas area mencapai 7 hektar.
Masyarakat berharap pihak pelaksana maupun instansi terkait dapat lebih transparan dengan memasang papan informasi proyek resmi, memperketat pengawasan, serta memperhatikan keselamatan para pekerja di lapangan.
RedBN





