
IBUN, BALANCENEWS.ID – Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Taufik, melakukan kunjungan kerja dalam rangka monitoring proyek revitalisasi di SDN Cisero, Kampung Ciseke, Desa Sudi, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Senin (6/10/2026).
SDN Cisero yang berdiri sejak tahun 1985 di atas lahan seluas 2.543 meter persegi ini merupakan salah satu sekolah dasar negeri berakreditasi A. Di bawah naungan pemerintah daerah, sekolah tersebut terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Saat dikonfirmasi oleh awak media Balancenews.id, Kepala SDN Cisero, Erdi Kurniawan, yang menjabat sejak tahun 2023, menjelaskan bahwa progres pembangunan fisik saat ini telah mencapai sekitar 40 persen.
“Anggaran turun secara bertahap. Tahap pertama sebesar 70 persen atau sekitar Rp1,4 miliar dari total anggaran yang dikucurkan, sedangkan sisanya sekitar Rp600 juta. Anggaran tersebut dikirim langsung ke rekening sekolah dan dikelola oleh kepala sekolah bersama bendahara,” ujar Erdi.
Proyek revitalisasi ini mencakup 17 titik kegiatan yang terdiri atas:
Rehabilitasi (12 Kegiatan): 9 ruang kelas, 1 ruang komputer, 1 ruang perpustakaan, dan 1 fasilitas toilet.
Pembangunan Ruang Kelas Baru (2 Kegiatan): Penambahan unit bangunan kelas baru.
Penataan Lingkungan (3 Kegiatan): Pembangunan benteng sekolah, Tanggul Penahan Tanah (TPT), serta pemasangan paving block.
Selain itu, Erdi menerangkan bahwa pekerjaan teknis seperti pemasangan profil di kerjakan secara borongan dengan tarif Rp15.000 per meter.
Progres pembangunan tersebut melibatkan sekitar 40 tenaga kerja lokal. untuk Harian Ongkos Kerja (HOK) Tukang Rp. 170.000 Laden Rp. 130.000 Erdi menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sekitar merupakan bagian dari prinsip pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap fasilitas pendidikan setempat.
Terkait pengadaan material bangunan, pihak sekolah membantah adanya intervensi atau penunjukan penyedia bahan bangunan dari pihak Dinas Pendidikan. Menurut Erdi, Dinas Pendidikan hanya berperan dalam bimbingan teknis (bimtek) dan pengawasan pelaksanaan di lapangan.
“Kami bebas memilih toko bangunan terdekat, yang penting sudah terdaftar di Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah). Bahan material yang di gunakan juga wajib berstandar SNI,” tegas Erdi.
Pelaksanaan dan pengelolaan proyek di lakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang di bentuk oleh pihak sekolah. Tim tersebut membagi tugas secara teknis, termasuk penanganan pembelanjaan material yang di percayakan kepada salah satu tenaga pengajar, Ujang Sahyudin. Terpantau di lokasi, material yang di gunakan di antaranya semen merek Rajawali yang harganya di bawah Tiga Roda.
Dalam kesempatan konfirmasi tersebut, terdapat sedikit perbedaan data mengenai jumlah siswa. Kepala sekolah menyebutkan total siswa aktif berjumlah 335 orang, sementara data internal pengajar mencatat sebanyak 333 siswa. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar dan pelaksanaan proyek pembangunan di SDN Cisero di pastikan tetap berjalan kondusif.
Pewarta: Abeng





