

Balance News || Kab Bandung — Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 1 Rancabali Ciwidey yang berlokasi di Simpang Kendang Desa Panundaan. Kec Ciwidey di duga bermasalah dalam menggunakan bahan material kurang berkualitas. Rabu, 23/10/2024
PEMBANGUNAN (USB) SMKN 1 RANCABALI CIWIDEY DIDUGA MELENCENG DARI SPEK
Pekerjaan yang menyerap anggaran dari APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2024 ini di pertanyakan soal pengawasan dari Dinas terkait.
Mengawali pelaksanaan pengerjaan untuk pembangunan fisik USB SMKN 1 Rancabali Ciwidey di mana kurang lebih 2 (dua) bulan sudah berjalan. Sesuai awal di laksanakannya kontrak per 30/08/2024. Dari waktu pelaksanaan 120 hari kalender
Masyarakat menilai positif dengan adanya pembangunan Unit Sekolah Baru SMKN 1 Rancabali Ciwidey dalam hal ini untuk meningkatkan. Pendidikan di Kec Ciwidey khususnya Masyarakat sangat menyetujui dan menyambut baik.
Pembangunan unit sekolah baru tersebut terpantau oleh masyarakat dan menjadi perbincangan hangat di soal terkait pembangunan TPT. Dengan menggunakan batu lempung (warna merah) di duga akan bermasalah untuk kualitas fisik di ragukan tidak akan bertahan lama.
Menurut salah satu masyarakat berinisial TR, untuk bahan material batu tidak sesuai harapan untuk itu perlunya mengetahui jenis kegiatan. Yng di kerjakan dan untuk memantau kegiatan pembangunan karna ini menggunakan uang negara bukan untuk di hambur-hamburkan begitu saja.
Baca Juga : SMPN 1 Ciwidey Mengindahkan KIP Dalam Pembangunan Ruang Kelas Baru Seperti Siluman Nihil Identitas
Muncul dugaan pun selain kualitas batu di ragukan, masyarakat pun menyoroti terkait anggaran fantastis dan melenceng dari rancangan anggaran bangunan RAB dalam hal ini tidak sesuai, dengan nilai kontrak Rp. 2.452.196.000. informasi di himpun dari beberapa warga sekitar.
Pantauan awak media Selasa, 22/10/2024 ketika ke lokasi benar saja pembangunan yang di kerjakan oleh CV Athallah Txl84 itu terlihat asal-asalan dan benar menggunakan bahan material dengan kualitas jelek.
Pelaksana Alergi Wartawan Saat Mau Di Konfirmasi
Lanjut konfirmasi pada salah satu pekerja, ketika di tanyakan terkait pekerjaan tersebut mengatakan pelaksana proyek sedang tidak di tempat. Ada admin proyek saja. Tuturnya
Mirisnya di duga minimnya pengawasan dari pihak pelaksana dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, sehingga pekerjaan pun memilih bahan material. Yng jelek padahal dengan menggunakan bahan material yang seharusnya atau bagus tidak akan rugi jika memakainya karna di gunakan untuk jangka panjang dan untuk kebaikan bersama. Jika seperti itu, sudah di pastikan spek kedepannya pun di ragukan.
Dugaan pelaksanaan pembangunan yang tidak mengindahkan bestek tersebut, terlihat jelas di lokasi ketika awak media pantau kelokasi pembangunan USB.
Pewarta : AAbeng/RedBN





