Balance News || Kota Bandung – Menjadi salah satu kota wisata, Bandung atau Kota Kembang memiliki banyak daya tarik wisata. Seperti keindahan alam, bangunan prasejarah dan kuliner khas.
Pengelola Cafe FA90 Prabu Angkat Bicara Adanya Pemberitaan Tidak Berimbang
Salah satu dampak yang muncul terbatasnya lahan parkir, dan kini lahan parkir menjadi sebuah kebutuhan. Apalagi jika liburan tiba, tentunya lahan parkir yang tersedia tidak sebanding dengan banyaknya kendaraan yang datang.
Secara teknis pekerjaannya, juru parkir tentu akan memudahkan masyarakat dalam urusan memarkirkan kendaraan mereka. Seperti di Jalan Asia Afrika di belakang Caffe FA90, tersedia lahan parkir yang cukup luas untuk roda dua maupun roda empat bagi para pengunjung.

Momen liburan hari raya Idul Fitri, pengunjung padati wisata Kota Bandung – Jalan Asia yang memang menjadi salah satu destinasi wisata favorit, terutama saat libur panjang. Banyak pengunjung yang berdatangan ke kawasan ini untuk menikmati keindahan Kota Bandung dan kulinernya. Selasa, 01/04/2025
Saat ini lahan parkir di Kota Bandung sering di gadang-gadang sebagai permasalahan, salah satunya pungutan liar (pungli) dan parkir ilegal. Sehingga berakibat pada turunnya citra kota itu sendiri dan hal ini tentu menjadi sebuah persoalan karena pandangan masyarakat menjadi negatif pada keseluruhan juru parkir.
Adanya Berita Tidak Berimbang
Terpaan isu dari salah satu media online DJABARPOS.COM yang berjudul “Tarif Parkir Liar Di Jalan Asia Afrika Bandung Melonjak Wisatawan Resah” yang menerjang atas lahan parkir tersebut di rasakan oleh Deni alias Prabu Wijaya, sebagai pengelola parkir off street sekaligus cafe FA90 yang berada di Jalan Asia Afrika.
Dengan adanya pemberitaan yang di terbitkan, itu sama sekali tidak berimbang dan oknum wartawan atau media tersebut hanya mengada-ngada tanpa mengkonfirmasi narasumber yang valid.
Padahal lahan parkir yang berada di Jalan Asia Afrika banyak sekali, media tersebut tidak mengetahui bahwa lahan parkir yang berada di belakang cafe FA90 itu off street. Maraknya parkiran yang on street ketika liburan Idul Fitri itu menyebar di mana-mana, kenapa harus lahan parkiran yang di belakang cafe di jadikan permasalahan.
Pengelola Berikan Edukasi
Sementara menurut Prabu Wijaya sebagai pengelola, lahan itu pun bukan milik pemerintah melainkan milik pribadi yang sudah 8 tahun lamanya. Lahan tersebut sudah ada dan di jadikan lahan parkir dan untuk mengatasi kemacetan juga menghindari parkir ilegal yang berada di atas trotoar agar kendaraan pengunjung aman.
Bagi para pengunjung wisata Jl. Asia Afrika Kota Bandung juga bisa memarkir kendaraannya di sejumlah aset pemerintah dan swasta. Yang terdekat seperti Basement alun-alun.
Cetus Prabu, terkait fasilitas parkir kami pun sudah mencoba membantu pada pihak-pihak terkait khususnya Dishub dan Lantas. Itupun tujuannya menunjang arus lalu lintas supaya lancar.
Penghasilan parkir yang di dapat, tentunya tidak saja emban sendiri karena harus di bagi-bagi dengan beberapa juru parkir. Bahkan terdapat potongan lainnya yang harus di serahkan kepada pihak-pihak tertentu.
Selain itu, tempat parkir umum juga dapat mendukung kelestarian lingkungan dan kemudahan bagi pengguna jasa serta keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Tujuan tempat parkir umum adalah untuk memberikan tempat istirahat kendaraan, kelancaran arus lalu lintas bagi pengunjung wisatawan Kota Bandung.
Deni berikan Edukasi bagi parkir Off Street untuk di lokasi wisata Kota Bandung, yang kini di soal menjadi polemik. Untuk ijin penyelenggaraan parkir dalam hal ini apakah pemerintah daerah sudah menertertibkan untuk ijin-ijinnya dan besar pajak tarif parkir dan lainnya. Cetusnya
Sejak kapan harus mengikuti Peraturan Daerah (Perda) dan memiliki ijin resmi dari pemerintah Kota Bandung kalau bener seperti itu. Saya siap tempuh regulasinya.
Pengunjung Wisata Jalan Asia Afrika
Sementara, salah satu pengunjung Iman (45) tahun masyarakat Cirebon yang berkunjung ke lokasi wisata sekitaran Jalan Asia Afrika Kota Bandung mengatakan. “Iya kami sudah keliling-keliling mencari tempat parkir mobil dan baru dapat di belakang Caffe FA90 Jl.Asia Afrika” ucapnya.
Ucapan terimakasih pun di sampikan Iman, dengan adanya fasilitas tempat parkir mobil dan motor tersedia untuk para pengunjung wisata Jl. Asia Afrika Kota Bandung ini sangat membantu sekali, belum tentu akan aman kalau parkir sembarangan kalau parkir di Caffe FA90. Jelas ada pengelola parkirnya ada yang bertanggung jawab. Ujar Iman
Hal senada pun di katakan Nevil warga Garut, di saat mengunjungi wisata Jl. Asia Afrika Kota Bandung ketika motornya di titipkan. Petugas parkir off street di area FA90 selalu standby dalam penjagaan helm dan kendaraan di titipkan tidak takut hilang soalnya ada yang bertanggung jawab.
Lain halnya tidak seperti parkir yang berada di pinggir jalan walaupun on street di kala terjadi kehilangan dalam hal ini. Tetap saja tidak ada yang bertanggung jawab dan dengan cukup menjawab tidak tau dan tiket pun di tarif cukup mahal, terang Nevil.
Ketika awak media Balance News berkomunikasi dengan para pedagang, mereka menjual makanan dengan harga normal tidak sampai meng-up. Karna jika terlalu mahal mereka pun berpikir ulang untuk membelinya, ketika pedagang di sini sedang mengais rezeki, kenapa ada oknum yang tak bertanggung jawab. Untuk mencoreng nama pedagang di sini sama saja itu Hoak.
Dengan adanya pemberitaan di media DJABARPOS.COM, itu Hoak yang jelas menjelek-jelekan atau mematahkan rezeki orang untuk mengais rezeki. Di harap agar media tersebut klarifikasi dan memohon maaf secara terbuka.
Pewarta : Abeng/Hed





