BalanceNews.Id, Bandung — Kenaikan BBM 3 September lalu, memicu kenaikan berbagai kebutuhan pokok di masyarakat. Hal ini dampak kenaikan BBM meningkatkan biaya transportasi sehingga mendongkrak kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya.
Hal tersebut mendapat perhatian dari Ir.H Abdul Hadi Wijaya, M.Sc sebagai Wakil Ketua Komisi 5 DPRD Jawa Barat yang akrab disapa “Gus Ahad”.
“Saya melihat dan juga merasakan apa yang dirasakan masyarakat sekarang ini dengan naiknya harga BBM yang tidak bisa dicegah,” ujar Gus Ahad seperti dikutip dari Bentar News, Jum’at (8/9) di tempat dinasnya Gedung DPRD Jabar Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
Melansir dari Objek.net (10/09/2022), Gus Ahad juga mengatakan bahwa dengan kenaikan harga BBM ini sangat berpengaruh dengan kehidupan masyarakat, dimana yang tadinya masyarakat dalam upaya untuk memenuhi kebutuhannya selama satu bulan, pengeluaran dinilai bisa terpenuhi, ternyata dengan naiknya harga BBM tanpa disadari dalam 3 pekan bahkan dalam pertengahan bulan, anggaran belanja telah habis.
Ada beberapa poin yang disampaikan oleh Gus Ahad untuk masyarakat dalam menghadapi kenyataan ini. Yaitu, pertama secara internal kita harus memperkuat kesadaran diri kita bersama keluarga masing-masing untuk prihatin. Kedua lakukan langkah-langkah penghematan, efisiensi, dan simplikasi.
“Yang biasanya minum es campur, ya sekarang cukup teh tawar saja, gak apa-apa ya, sama-sama sehat,” kata Gus Ahad.
Ketiga kita bersama harus tetap suarakan ketidak berdayaan ini, kesulitan-kesulitan ini kepada wakil-wakil kita juga kepada para media ya.
“Jadi jangan diam ! Diam itu salah ! karena bila kita diam, maka kita dianggap menyetujui,” seru Gus Ahad dengan lantangnya.
Diakhir wawancara, Gus Ahad ingin menyampaikan juga kepada masyarakat Jawa Barat bahwa pada akhirnya yang bisa kita lakukan adalah saling mendoakan karena kekuatan doa adalah kekuatan yang tidak bisa dibendung oleh kekuatan-kekuatan manusia.
“Selamat menjalani kesabaran, mari kita bersama-sama untuk terus berjuang,” pungkasnya.


